BeritaLokalNewsPemerintahan

Warga Diterkam Buaya di Sungai Tami, Basarnas Jayapura Lakukan Operasi Pencarian

125
×

Warga Diterkam Buaya di Sungai Tami, Basarnas Jayapura Lakukan Operasi Pencarian

Sebarkan artikel ini
Tim SAR bersiap di tepi Sungai Tami sebelum melakukan pencarian korban menggunakan longboat SAR di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

JAYAPURA, TOPBERITA.CO.ID – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jayapura menerima laporan kecelakaan warga yang diterkam buaya di Sungai Tami, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Selasa (10/2/2026).

Laporan tersebut diterima petugas siaga Basarnas Jayapura pada pukul 15.05 WIT dari David Prawar. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa seorang warga bernama David (21) menjadi korban serangan buaya.

Berdasarkan keterangan rekan korban, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIT. Saat itu, korban bersama beberapa temannya sedang memancing di tepi Sungai Tami. Tiba-tiba, seekor buaya muncul dan langsung menerkam korban sebelum menyeretnya ke dalam sungai. Rekan-rekan korban tidak sempat memberikan pertolongan dan segera melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas Jayapura.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jayapura, Anton, mengatakan setelah menerima laporan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polsek Muara Tami serta keluarga korban. Tim rescuer kemudian menyiapkan peralatan, melaksanakan briefing, dan bergerak menuju lokasi kejadian dengan estimasi waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

“Setelah laporan diterima, kami langsung melakukan koordinasi lintas pihak dan menurunkan tim ke lokasi,” ujar Anton.

Dalam operasi pencarian tersebut, Basarnas Jayapura mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya rescue car, truk angkut, perahu karet, drone, PalSAR air, serta peralatan pendukung lainnya.

Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan segera berkoordinasi dengan keluarga korban dan melakukan pencarian secara visual di sepanjang aliran Sungai Tami hingga sekitar area jembatan. Namun, karena kondisi sudah malam hari dan keterbatasan jarak pandang, pencarian dihentikan sementara.

Pencarian kemudian direncanakan dilanjutkan pada Rabu (11/2/2026) dengan membagi tim menjadi tiga regu. Regu pertama melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di sepanjang aliran sungai. Regu kedua melaksanakan pencarian darat di sisi kiri dan kanan sungai. Sementara regu ketiga melakukan pemantauan udara menggunakan drone.

Tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini terdiri dari Basarnas Jayapura, Polsek Muara Tami, Koramil Muara Tami, keluarga korban, serta masyarakat setempat.

“Kami berharap korban dapat segera ditemukan. Operasi pencarian akan terus kami maksimalkan dengan melibatkan seluruh unsur yang ada,” kata Anton.**(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!