Berita

Wali Kota Pangkalpinang Hadiri Pelantikan Pengurus IDI Cabang Periode 2026-2029

74
×

Wali Kota Pangkalpinang Hadiri Pelantikan Pengurus IDI Cabang Periode 2026-2029

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, TOPBERITA.Co.id.– Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saprudin, menghadiri acara Pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pangkalpinang Masa Bakti 2026–2029. Acara tersebut berlangsung  di Balai Betason Lantai 1, Kantor Wali Kota Pangkalpinang.13/6/2026

​Dalam kesempatan itu, Turut hadir Wali Kota didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Kesehatan, serta dihadiri oleh seluruh kepala rumah sakit se-Kota Pangkalpinang, pengurus IDI periode lama dan baru, serta para tamu undangan.

​Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saprudin, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada jajaran pengurus IDI yang lama atas dedikasi mereka selama memimpin organisasi profesi tersebut. Ia juga mengucapkan selamat bertugas kepada pengurus baru yang akan mengemban amanah selama tiga tahun ke depan.

​”Pergantian pengurus dalam sebuah organisasi adalah sebuah keniscayaan agar roda organisasi terus bergerak maju,” ujar Saprudin dalam sambutannya.

​Prof. Saprudin menekankan bahwa tantangan utama para dokter saat ini adalah peningkatan kemampuan profesionalisme dan penguasaan teknologi medis. Menurutnya, dunia kedokteran berkembang sangat cepat, terutama di bidang peralatan medis canggih yang sangat membantu akurasi diagnosis fisik pasien.

​Ia mengingatkan bahwa dokter yang tidak adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi dan peralatan medis modern akan tertinggal jauh. Namun, di samping penguasaan teknologi, aspek yang jauh lebih krusial di era digital saat ini adalah menjaga etika kedokteran.

​Saprudin menjelaskan bahwa masifnya arus media sosial membuat pelayanan kesehatan menjadi sangat rentan terhadap sorotan publik. Masalah kecil atau ketidakpuasan pasien di unit kesehatan kini bisa dengan sangat cepat viral dan berdampak besar pada citra profesi.

​”Persoalan etika ini sangat mempengaruhi profesi Bapak dan Ibu ke depan. Media sosial sulit dibendung, sedikit saja ada pelayanan yang dirasa kurang baik, langsung diunggah ke media sosial,” kata Wali Kota.

​Oleh karena itu, ia mendorong agar IDI cabang Pangkalpinang terus memperkuat pengawasan etik internal serta rutin melaksanakan program pelatihan demi menjaga integritas para anggotanya.

​Di sektor hilir pelayanan publik, Wali Kota memaparkan capaian penting Pemkot Pangkalpinang pada tahun 2026 ini. Melalui kerja sama erat dengan Dinas Kesehatan dan RSUD Depati Hamzah, Pangkalpinang telah sukses masuk ke dalam skema Universal Health Coverage (UHC).

​Pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp15 miliar per tahun untuk meng-cover premi BPJS Kesehatan bagi masyarakat yang tidak mampu melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI). Kebijakan ini memungkinkan seluruh warga Pangkalpinang berobat secara gratis di Puskesmas maupun rumah sakit hanya dengan menunjukkan KTP.

​Meski infrastruktur fisik seperti RSUD Depati Hamzah, Puskesmas, serta sejumlah Puskesmas Pembantu (Pustu) di enam lokasi sudah terbangun dengan baik, Pemkot mengakui masih menghadapi kendala klasik.

​”Secara fisik infrastruktur kita sudah baik, tetapi sarana prasarana peralatan serta pemenuhan tenaga medis dan paramedisnya masih kurang,” akunya.

Kolaborasi Pemenuhan Dokter Spesialis dan Langkah Preventif

​Menutup sambutannya, Wali Kota Pangkalpinang mengajak pengurus IDI yang baru dilantik untuk langsung tancap gas berkolaborasi dengan pemerintah daerah. Salah satu fokus utamanya adalah mengatasi kesulitan pemerintah dalam mencari dan memenuhi kebutuhan dokter spesialis tertentu di fasilitas kesehatan milik daerah.

​Ia menyatakan bahwa pemerintah kota perlu berkonsultasi secara intensif dengan IDI agar pemenuhan kuota dokter spesialis ini bisa dipercepat demi mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat. Selain itu, sinergi juga diperlukan untuk memperkuat langkah preventif di tingkat dasar melalui optimalisasi enam jenis pemeriksaan kesehatan di Posyandu.

​”Kolaborasi dan sinergi dengan IDI inilah yang sangat kami harapkan ke depan, termasuk dalam berkonsultasi bagaimana mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis dan menguatkan langkah preventif di Posyandu,” pungkas Saprudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *