JAYAPURA,TOPBERITA.CO.ID – Di tengah pelaksanaan wisuda 508 mahasiswa, Universitas Cenderawasih juga tengah mempersiapkan penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026.
Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Dirk Runtuboy, M.Kes, pada Kamis 26/02/2026, menjelaskan bahwa sejak 2025 Uncen menerapkan empat periodisasi wisuda dalam setahun sebagai bagian dari penataan sistem akademik.
“Untuk periode pertama ini kita mewisudakan 508 mahasiswa. Bersamaan dengan itu, kita juga sedang mempersiapkan penerimaan mahasiswa baru sesuai standar nasional,” ujarnya.
7.000 Kuota Mahasiswa per Tahun
Menurut Dirk, total penerimaan mahasiswa Uncen setiap tahun mencapai sekitar 7.000 mahasiswa untuk jenjang diploma, sarjana, magister, hingga doktor.
Khusus untuk program diploma dan sarjana, kuota berkisar antara 4.000 hingga 5.000 mahasiswa per tahun.
Dengan penambahan program studi baru serta keberadaan 9 program studi unggulan, pihak kampus optimistis daya tarik Uncen akan semakin meningkat.
“Dengan bertambahnya program studi, otomatis jumlah mahasiswa juga berpotensi meningkat,” jelasnya.
Skema Jalur Nasional dan Afirmasi Papua
Untuk 2026, Uncen membuka beberapa jalur penerimaan:
Jalur Nasional
SNBP (Seleksi Nasional Berbasis Prestasi) – Pengumuman 31 Maret 2026
UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer) – Pendaftaran setelah 31 Maret
Pelaksanaan: 20–30 April 2026
Rapat seleksi: 23–24 Mei 2026
Pengumuman: 26–27 Mei 2026
“Jalur nasional terbuka bagi seluruh anak bangsa di Republik ini, baik OAP maupun dari luar Papua,” tegas Dirk.
Jalur Lokal dan Mandiri
SLSB (Seleksi Lokal Siswa Berpotensi)
100% diperuntukkan bagi sekolah-sekolah di Papua
Jalur Mandiri (Juni–Juli 2026)
Komposisi afirmatif sekitar 80% OAP dan 20% non-OAP
“Kita tetap memberi ruang afirmasi bagi Orang Asli Papua melalui jalur mandiri,” jelasnya.
Uncen Perkuat Daya Saing
Dengan 9 program studi unggulan yang difasilitasi khusus, Uncen menargetkan peningkatan kualitas dan daya saing lulusan.
“Ini bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan Uncen tetap menjadi pusat pengembangan SDM unggul di Tanah Papua,” kata Dirk.**(Redaksi)












