“Kalau konektivitas terbuka, harga barang turun, arus barang dan jasa lancar, maka dampaknya langsung pada penurunan kemiskinan,”
JAYAPURA, TOPBERITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya memprioritaskan pembangunan infrastruktur konektivitas darat dan air sebagai strategi menekan kemiskinan ekstrem dan membuka akses pelayanan publik.
Bupati Robby Wilson Rumansara menyebutkan, terdapat tiga koridor utama yang menjadi fokus pembangunan jalan, yakni Sarmi-Mamberamo, Sarmi-Waropen, dan jalur dari ibu kota kabupaten menuju wilayah hulu.
“Tiga koridor ini menjadi tulang punggung konektivitas darat. Jika ini terbangun, saya yakin Mamberamo Raya akan bergerak lebih cepat,” ujar Bupati Robby Rumansara, Selasa (24/02/2026) di Kota Jayapura.
Namun, ia mengakui pembangunan jalan dan jembatan membutuhkan anggaran besar. Karena itu, pada tahap awal pemerintah mengintensifkan transportasi air sebagai solusi yang lebih realistis dalam kondisi keterbatasan fiskal.
APBD Mamberamo Raya tahun 2026 tercatat sekitar Rp700 miliar. Dari jumlah tersebut, hampir Rp300 miliar dialokasikan untuk belanja aparatur, sehingga ruang fiskal untuk pembangunan relatif terbatas.
Kondisi geografis yang sulit selama ini berdampak pada tingginya harga kebutuhan pokok. Bupati mencontohkan harga bahan bakar minyak yang bisa mencapai Rp100 ribu per liter di wilayah tertentu akibat sulitnya distribusi.
“Kalau konektivitas terbuka, harga barang turun, arus barang dan jasa lancar, maka dampaknya langsung pada penurunan kemiskinan,” jelasnya.
Selain infrastruktur fisik, pemerintah juga menata manajemen birokrasi melalui penyesuaian Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) serta pengisian jabatan eselon III dan IV.
Penataan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat guna memastikan pelayanan publik lebih efektif dan tidak lagi terpusat di kepala daerah.
“Kami ingin masyarakat cukup datang ke dinas teknis sesuai urusannya, tidak semuanya harus ke bupati,” katanya. (**co)












