BeritaLokalNewsUncategorized

SPPG Asei Besar Perkuat SDM Relawan, 47 Mama Papua Ikuti Pelatihan Mitigasi Kebakaran dan Penguatan Karakter

188
×

SPPG Asei Besar Perkuat SDM Relawan, 47 Mama Papua Ikuti Pelatihan Mitigasi Kebakaran dan Penguatan Karakter

Sebarkan artikel ini
Ketua Yayasan Teker Harapan Papua, Hesty Kere (tengah), berfoto bersama Kepala Bidang Damkar Kabupaten Jayapura Rustam Mida (kanan Ketua Yayasan), Motivator Papua Jose Alvan Ohei (di samping Kepala Bidang Damkar), Instruktur Damkar Felix Ibo (kiri Ketua Yayasan), serta Kepala Dapur SPPG Asei Besar (di samping Instruktur Damkar) usai Pelatihan Pengembangan Kapasitas SDM dan mitigasi kebakaran di Sentani Timur, Sabtu (14/2). Foto : Echon Papuansphoto

SENTANI, TOPBERITA.CO.ID – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Asei Besar, Distrik Sentani Timur, terus memperkuat kapasitas sumber daya manusianya. Sebanyak 47 relawan yang mayoritas mama-mama Papua, bersama kepala dapur, akuntan, ahli gizi, relawan yayasan hingga supplier, mengikuti Pelatihan Pengembangan Kapasitas SDM yang dirangkaikan dengan pelatihan mitigasi kebakaran dapur, Sabtu (14/2).

Kegiatan ini difasilitasi oleh Badan Gizi Nasional dan Yayasan Teker Harapan Papua dengan menghadirkan Motivator Papua, Jose Alvan Ohei, serta Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Jayapura Rustam Mida.

Ketua Yayasan Teker Harapan Papua, Hesty Kere, mengatakan pelatihan tersebut merupakan langkah awal membangun karakter dan profesionalisme relawan lokal yang terlibat dalam program pelayanan gizi.

“Kami bersyukur dan berterima kasih karena hari ini relawan kami mendapat pembekalan langsung. Mama-mama Papua ini sebelumnya belum memahami secara detail penanganan situasi darurat di dapur. Sekarang mereka sudah tahu cara menggunakan APAR dan langkah awal jika terjadi kebakaran,” ujarnya.

Menurut Hesty, SPPG Asei Besar bukan sekadar dapur memasak, tetapi pusat pelayanan gizi yang harus memenuhi standar keamanan, manajemen kerja, serta tanggung jawab sosial.

Motivator Papua Jose Alvan Ohei menyampaikan materi Filosofi ASEI dalam Pelatihan Pengembangan Kapasitas SDM Relawan SPPG Asei Besar. Tampak para peserta yang merupakan mama-mama Papua mengikuti materi dengan penuh perhatian.

Ia menegaskan, meski para relawan berasal dari latar belakang sederhana, mereka memiliki semangat besar untuk belajar dan berkembang.

“Kami punya harapan besar. Anak-anak Papua pasti bisa, asalkan mau disiplin, sabar dan mengikuti standar kerja yang sudah ditetapkan,” katanya.

Dalam waktu dekat, pelayanan SPPG akan memasuki masa jeda Ramadan sesuai petunjuk teknis. Masa tersebut akan dimanfaatkan untuk perawatan dapur dan peningkatan kapasitas relawan.

Filosofi ASEI: Karakter Anak Asei

Dalam sesi motivasi, Jose mengangkat filosofi “ASEI” yang diambil dari nama wilayah adat di Sentani. Ia memaknainya sebagai Attitude, Spiritual, Etos Kerja dan Integritas.

Pada aspek Attitude” (Sikap), Jose mengingatkan pentingnya membangun karakter dan tidak mudah tersinggung dalam lingkungan kerja.

“Kalau mau maju jangan terlalu sensitif. Fokus kerja, jangan sibuk urus urusan orang lain. Itu bisa ganggu produktivitas,” pesannya.

Untuk Spiritual”, ia mengajak para relawan untuk selalu bersyukur atas kesempatan yang ada. Menurutnya, dari sekian banyak orang, mereka yang terpilih bekerja di dapur SPPG harus melihatnya sebagai berkat Tuhan.

“Kalau spiritual kita baik, maka pekerjaan yang kita lakukan akan terasa bermakna,” ujarnya.

Sementara pada Etos Kerja”, Jose menekankan pentingnya disiplin dan kemampuan beradaptasi dengan sistem kerja.

“Bukan sistem yang mengikuti kita, tetapi kita yang menyesuaikan diri dengan sistem. Itu tanda kita punya etos kerja tinggi,” tegasnya.

Sedangkan “Integritas”, lanjutnya, adalah soal komitmen dan konsistensi menjalankan tanggung jawab.

“Kalau jam kerja sekian, ya harus kerja dengan baik. Jangan lalai. Sebagai anak Asei dan anak Danau, kalian sudah tunjukkan hampir enam bulan ini punya integritas,” katanya.

Ia juga menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar dan para supplier.

Seorang relawan SPPG Asei Besar mempraktikkan teknik pemadaman api menggunakan kain basah dalam simulasi mitigasi kebakaran dapur, disaksikan dan diarahkan langsung oleh Instruktur Damkar Kabupaten Jayapura, Felix Ibo, dalam pelatihan yang digelar di Sentani Timur, Sabtu (14/2).

Damkar: Siap 24 Jam

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Jayapura Rustam Mida dalam kesempatan itu menegaskan komitmennya memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat.

“Api itu sahabat, tetapi bisa menjadi bencana kalau tidak dikendalikan. Slogan kami, pantang pulang sebelum padam,” ujarnya.

Materi pelatihan meliputi penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), teknik pemadaman awal, serta antisipasi kebocoran tabung gas.

Menurutnya, standar dapur SPPG Asei Besar sudah cukup baik. Namun, pemahaman dan kesiapsiagaan relawan tetap harus ditingkatkan sebagai langkah pencegahan.

Dengan pelatihan ini, SPPG Asei Besar diharapkan tidak hanya menjadi dapur pelayanan gizi, tetapi juga ruang pemberdayaan mama-mama Papua untuk tumbuh menjadi tenaga kerja yang disiplin, tangguh dan berintegritas demi generasi Papua yang lebih sehat.*

(Echon | Topberita.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *