BeritaLokalNewsPemerintahan

Seleksi Pimpinan BAZNAS Papua 2026–2031 Resmi Dibuka, 17 Peserta Lolos Administrasi

32
×

Seleksi Pimpinan BAZNAS Papua 2026–2031 Resmi Dibuka, 17 Peserta Lolos Administrasi

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 17 peserta calon pimpinan BAZNAS Papua periode 2026–2031 berpose bersama usai pembukaan seleksi di Aula Diskominfo Papua, Jayapura. Proses seleksi ini menjadi langkah awal menentukan arah pengelolaan zakat di Papua ke depan. (Humas)

JAYAPURA | TOPBERITA.CO.ID – Seleksi calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Papua periode 2026–2031 resmi dibuka. Sebanyak 17 peserta dinyatakan lolos tahap administrasi dan siap bersaing dalam proses seleksi lanjutan yang akan menentukan arah pengelolaan zakat di Papua ke depan.

Pembukaan seleksi berlangsung di Aula Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Papua, Senin (27/4/2026), dan dibuka oleh Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Papua, Yohanes Walilo, mewakili Gubernur Papua.

Dalam sambutannya, Yohanes menegaskan bahwa seleksi pimpinan BAZNAS bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi momentum strategis dalam memperkuat tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“BAZNAS Papua ke depan harus semakin profesional, transparan, dan akuntabel, serta mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan program prioritas seperti Kampung Zakat dan pemberdayaan ekonomi umat, khususnya di wilayah terpencil di Papua.

17 Peserta Lolos Administrasi

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Khusus, dan Kesra Setda Papua, Herman Ick, mewakili Ketua Panitia Seleksi (Pansel), menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan berdasarkan regulasi yang berlaku.

Di antaranya Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 2014, serta Peraturan Menteri Agama terkait tata cara seleksi pimpinan BAZNAS.

“Dari seluruh pendaftar, sebanyak 17 orang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Mereka berasal dari unsur ulama, profesional, dan tokoh masyarakat,” jelasnya.

Para peserta memiliki latar belakang pendidikan mulai dari Strata 1 (S1) hingga Strata 3 (S3).

Tahapan Seleksi Hingga Mei 2026

Herman menambahkan, tahapan seleksi meliputi uji kompetensi, wawancara, hingga penetapan akhir yang dijadwalkan berlangsung hingga awal Mei 2026.

Menurutnya, seleksi ini bertujuan menjaring 10 kandidat terbaik yang akan diusulkan ke tahap berikutnya.

“Proses ini menjunjung tinggi prinsip transparansi dan akuntabilitas,” ujarnya.

Zakat Jadi Instrumen Pembangunan

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam mendukung visi pembangunan Papua, yakni Papua Cerdas, Papua Sejahtera, dan Papua Harmoni.

“Zakat tidak hanya berdimensi ibadah, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi dan penguatan solidaritas sosial,” katanya.

Penguatan zakat produktif, lanjutnya, menjadi kunci dalam menjawab persoalan kemiskinan dan kesenjangan di Papua.

Kemenag Harap Pimpinan Kredibel

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Papua, Klemens Taran, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan seleksi yang berjalan sesuai jadwal nasional.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama akan terus memberikan pembinaan dan dukungan teknis dalam pengelolaan zakat.

“Kami berharap pimpinan yang terpilih nantinya benar-benar kredibel, akuntabel, dan profesional sehingga pengelolaan zakat memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya

Dengan dimulainya seleksi ini, publik menaruh harapan besar agar BAZNAS Papua ke depan tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu menghadirkan program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penguatan ekonomi umat di Tanah Papua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *