BeritaSumatera Utara

Sebulan Air Tak Mengalir, Warga Rusunawa Pandan Curigai Dugaan Skenario Krisis Air

174
×

Sebulan Air Tak Mengalir, Warga Rusunawa Pandan Curigai Dugaan Skenario Krisis Air

Sebarkan artikel ini
Warga Rusunawa Pandan mengambil air langsung dari jalur pipa milik Perumda Mual Nauli di depan kawasan Rusunawa Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (11/3/2026). Kondisi ini terjadi akibat keterbatasan pasokan air bersih di lingkungan Rusunawa. (Dok. Ist).

TAPTENG, Topberita.co.id — Krisis pasokan air bersih di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Jalan Feisal Tanjung, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, menuai sorotan Rabu (18/3/2026).

Warga menyebut air bersih dari jaringan Perumda Air Minum Mual Nauli tidak lagi mengalir ke unit hunian selama lebih dari satu bulan.

Rusunawa tersebut saat ini dihuni oleh dua kelompok masyarakat, yakni penghuni tetap serta warga terdampak banjir bandang dan longsor pada 25 November 2025 yang menempati bangunan tersebut sebagai hunian sementara (Huntara).

Akibat tidak mengalirnya air ke kamar mandi masing-masing unit, para penghuni baik penghuni tetap maupun pengungsi korban bencana terpaksa memenuhi kebutuhan air secara manual dengan mengambil air dari sumber lain di sekitar bangunan.

Salah seorang penghuni berinisial BM mengatakan, pasokan air dari Perumda Air Minum Mual Nauli yang sebelumnya menjadi sumber utama kebutuhan air di Rusunawa tersebut sudah lama tidak mengalir.

“Sudah lebih dari satu bulan air yang bersumber dari Perumda Mual Nauli tidak mengalir ke Rusunawa Pandan,” ujarnya.

Seorang penghuni lain yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan, warga kini hanya mengandalkan air dari sumur bor yang berada di sekitar lokasi.

“Bayangkan, setiap hari harus mengangkut air dari lantai satu sampai lantai lima. Itu pun hanya mengandalkan air dari sumur bor,” katanya.

Menurutnya, air dari sumur bor tersebut memiliki bau menyengat sehingga dinilai kurang layak untuk dikonsumsi.

Di tengah kondisi tersebut, sebagian warga menduga tidak mengalirnya air dari jaringan Perumda Mual Nauli bukan semata persoalan teknis.

Warga menilai aliran air itu diduga sengaja tidak disalurkan oleh pihak pengelola Rusunawa, sehingga kondisi di lokasi terkesan mengalami krisis air bersih.

Dugaan tersebut muncul karena warga mendengar informasi bahwa pasokan air dari Perumda Mual Nauli di wilayah sekitar telah kembali normal. Namun hingga kini air tersebut belum juga dialirkan ke Rusunawa.

Sebagian warga bahkan menilai kondisi tersebut seakan-akan dibiarkan terjadi agar Rusunawa terlihat benar-benar mengalami krisis air, sehingga berpotensi membuka peluang mendapatkan bantuan pembangunan sumur bor dari pihak donatur atau relawan.

Keluhan terkait krisis air bersih ini sebelumnya telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melalui layanan pesan resmi pemerintah daerah sejak 11 Maret 2026. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah maupun pengelola Rusunawa terkait persoalan tersebut (Red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!