BeritaNasionalPemerintahan

Ramadan Inklusif! Kemenag Gelar Tadarus Al-Qur’an untuk Disabilitas Netra dan Tuli

12
×

Ramadan Inklusif! Kemenag Gelar Tadarus Al-Qur’an untuk Disabilitas Netra dan Tuli

Sebarkan artikel ini
Kepala LPMQ Abdul Aziz Shidqi

JAKARTA | TOPBERITA.CO.ID – Kementerian Agama menghadirkan inovasi baru dalam program Ramadan tahun ini. Melalui Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ), Kemenag menggelar Tadarus Al-Qur’an Inklusi (TAQI) yang dirancang khusus agar penyandang disabilitas netra, tuli, dan bisu juga dapat membaca serta memahami Al-Qur’an.

Program ini menjadi upaya memperluas akses ibadah Al-Qur’an agar dapat dinikmati semua kalangan tanpa terkecuali.

Program Ramadan Inklusif

Kepala LPMQ Abdul Aziz Shidqi mengatakan Ramadan selalu menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi seluruh manusia.

Karena itu, kesempatan untuk membaca dan memahami Al-Qur’an harus terbuka bagi siapa saja, termasuk kalangan disabilitas.

“Semangat Tadarus Al-Qur’an Inklusi memastikan saudara-saudara kita penyandang disabilitas tidak tertinggal dalam meraih keberkahan Ramadan,” ujar Abdul Aziz Shidqi di Jakarta, Sabtu (21/2/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan TAQI digelar secara daring melalui aplikasi Zoom setiap Senin hingga Kamis pukul 12.50–14.00 WIB, mulai 23 Februari hingga 12 Maret 2026.

Al-Qur’an Braille untuk Tunanetra

Dalam program tersebut, LPMQ menghadirkan dua mushaf Al-Qur’an khusus bagi penyandang disabilitas, yaitu Al-Qur’an Braille dan Al-Qur’an Isyarat.

Menurut Abdul Aziz, Mushaf Al-Qur’an Braille disiapkan agar menjadi sarana bagi penyandang disabilitas netra untuk membaca dan berinteraksi dengan wahyu Allah.

“Melalui Mushaf Al-Qur’an Braille yang telah ditashih oleh LPMQ, jemari mereka kini menjadi ‘mata’ yang mengeja setiap huruf firman Allah,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan tadarus Braille menghadirkan pengalaman spiritual yang kuat dan membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk mencintai serta menghafal Al-Qur’an.

Inovasi Al-Qur’an Isyarat

Selain Braille, LPMQ juga mengembangkan Al-Qur’an Isyarat yang dirancang bagi penyandang disabilitas tuli dan bisu.

Al-Qur’an ini menggunakan metode kitabah dan tilawah yang dikombinasikan dengan gerakan tangan terstandar agar makna ayat dapat dipahami melalui bahasa isyarat.

Menurut Abdul Aziz, inovasi ini menjadi salah satu terobosan terbaru dalam upaya menghadirkan layanan Al-Qur’an yang inklusif.

“Teman-teman tuli dapat mempelajari makna ayat melalui gerakan tangan yang sistematis dan terstandar,” jelasnya.

Menghapus Sekat Keterbatasan

Abdul Aziz menegaskan kehadiran Al-Qur’an Braille dan Al-Qur’an Isyarat merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an di era modern.

Jika dahulu Al-Qur’an hadir untuk menghapus sekat sosial di masyarakat, maka saat ini layanan inklusif tersebut bertujuan menghapus sekat keterbatasan fisik.

“Keadilan Al-Qur’an berarti setiap hamba memiliki hak yang sama untuk mendekat kepada Sang Pencipta,” ujarnya.

Melalui program Tadarus Al-Qur’an Inklusi ini, ia berharap Ramadan tahun ini benar-benar menjadi momentum bagi semua umat untuk meraih keberkahan tanpa terkecuali.

“Ramadan adalah pengingat bahwa Al-Qur’an diturunkan sebagai rahmat bagi semesta alam—tanpa kecuali,” pungkasnya.*(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *