BeritaElection

Rajawali Putri Dorong Anak Muda Kristen Papua Kenali Potensi dan Perkuat Fondasi Iman

153
×

Rajawali Putri Dorong Anak Muda Kristen Papua Kenali Potensi dan Perkuat Fondasi Iman

Sebarkan artikel ini
Peserta bersama panitia dan narasumber berfoto bersama usai mengikuti Talkshow dan Workshop bertajuk "Dipilih untuk Menghasilkan Buah" yang digelar Komunitas Rajawali Putri dalam rangka HUT ke-25 di GBI Pondok Kemuliaan, Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (13/6/2026). Foto: Istimewa.

SENTANI, TOPBERITA.CO.ID – Di tengah tantangan yang semakin kompleks dihadapi generasi muda, mulai dari krisis identitas, tekanan sosial hingga rendahnya kepercayaan diri, Komunitas Rajawali Putri memilih mengambil langkah nyata dengan menghadirkan ruang pembelajaran dan penguatan karakter bagi anak muda Kristen di Kabupaten Jayapura.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Talkshow dan Workshop bertajuk “Dipilih untuk Menghasilkan Buah” yang digelar di GBI Pondok Kemuliaan (Pokem), Sentani, Sabtu (13/6/2026), dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-25 Komunitas Rajawali Putri.

Kegiatan yang diikuti pemuda dari berbagai gereja di wilayah Sentani itu tidak hanya membahas aspek kerohanian, tetapi juga mengangkat isu-isu yang dekat dengan kehidupan generasi muda saat ini, seperti pengenalan jati diri, kesehatan mental, pengembangan potensi, hingga panggilan hidup.

Koordinator Rajawali Putri, Grace Pattiata, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata komunitas dalam mendampingi generasi muda agar tidak kehilangan arah di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.

“Kami melihat banyak tantangan yang dihadapi anak-anak muda saat ini, mulai dari tekanan sosial, krisis identitas, kurangnya fondasi iman, hingga kesulitan mengenali dan mengembangkan potensi diri. Karena itu kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya membangun secara rohani, tetapi juga membantu mereka menemukan tujuan hidup dan masa depan,” ujarnya.

Menurut Grace, Komunitas Rajawali Putri yang berada di bawah naungan GBI Pondok Kemuliaan selama ini terus berupaya membangun komunitas yang tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang bertumbuh bagi setiap anggotanya.

Tema “Dipilih untuk Menghasilkan Buah” yang diangkat dalam kegiatan tersebut merujuk pada Yohanes 15:16, sebagai pengingat bahwa setiap orang memiliki panggilan untuk bertumbuh, berkembang, dan menghasilkan dampak positif dalam kehidupan.

Sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang turut hadir membagikan pengalaman dan pengetahuan kepada peserta. Rio Seseray, seorang pilot sekaligus pemimpin muda di Jemaat GBI Pondok Kemuliaan, membawakan materi “Sa Bukan Sa”. Konselor kesehatan mental Amanda Marey menyampaikan materi “Sa Aman K?”, sementara Phice Ginuni membawakan sesi “Sa Bisa Apa?” yang mengajak peserta mengenali kemampuan dan potensi yang dimiliki. Adapun misionaris Jim Yost menutup rangkaian materi melalui sesi “Tuhan Pilih Sa”.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Diskusi yang interaktif dan materi yang dekat dengan realitas kehidupan anak muda membuat para peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga motivasi untuk terus bertumbuh dan mengembangkan diri.

Salah seorang peserta mengaku kegiatan tersebut membantunya melihat kembali potensi yang dimiliki serta memahami pentingnya memiliki tujuan hidup yang jelas. Menurutnya, kegiatan seperti ini perlu terus dilakukan karena memberikan ruang bagi anak muda untuk belajar, berbagi pengalaman, dan saling menguatkan.

Melalui momentum perayaan 25 tahun pelayanannya, Komunitas Rajawali Putri berharap dapat terus menjadi wadah yang melahirkan generasi muda Kristen yang berkarakter, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menjadi terang dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.**(GW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *