Uncategorized

Prof Udin Apresiasi Peran Media sebagai Kontrol Sosial dan Pilar Demokrasi di Pangkalpinang

198
×

Prof Udin Apresiasi Peran Media sebagai Kontrol Sosial dan Pilar Demokrasi di Pangkalpinang

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANGTOPBERITA,Co.id.- Walikota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menekankan pentingnya peran media massa sebagai penyeimbang serta kontrol sosial dalam roda pemerintahan. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Safari Ramadhan dan buka puasa bersama ratusan awak media di Rumah Dinas Walikota Pangkalpinang, Senin (16/3/2026).

​Acara yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri oleh Wakil Walikota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, Ketua TP PKK Susanti Saparudin, serta jajaran kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang.

​Dalam sambutannya, Prof. Saparudin memuji dedikasi para jurnalis yang secara konsisten memproduksi karya tulis. Sebagai seorang akademisi, ia memahami bahwa menulis bukanlah perkara mudah dan membutuhkan ketekunan serta keberanian.

​”Teman-teman media ini adalah orang-orang luar biasa. Kemampuan menulis itu tidak mudah. Saya sebagai dosen tahu persis betapa sulitnya meminta mahasiswa untuk menulis. Karena itu, saya sangat menghargai teman-teman yang berani menuliskan sesuatu yang luar biasa bagi publik,” ujar Saparudin.

​Ia juga menyoroti peran wartawan dalam menjaga dinamika pemerintahan melalui kritik dan masukan.

Menurutnya, tulisan jurnalis merupakan rekam jejak sejarah yang tidak akan hilang ditelan zaman. Ia mencontohkan tokoh besar seperti Al-Ghazali dan Buya Hamka yang namanya tetap abadi berkat karya tulis mereka.

​”Tanpa menulis, seseorang tidak akan punya jejak. Sehebat apa pun seseorang, jika tidak memiliki karya tulis, namanya akan hilang saat ia tiada. Wartawan melalui tulisannya memberikan kontribusi besar bagi perkembangan daerah, termasuk masa depan Pangkalpinang,” tambahnya.

Di sisi lain, Prof. Saparudin juga memberikan penjelasan mengenai kondisi keuangan daerah yang saat ini tengah menghadapi tantangan serius. Ia memohon maaf apabila jalinan kerja sama dengan media belum maksimal karena adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

​Ia mengungkapkan bahwa sejak menjabat empat bulan lalu bersama Dessy Ayutrisna, Pemkot Pangkalpinang harus melakukan penyesuaian besar-besaran akibat pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) dan dana transfer lainnya.

​”Tahun 2026 ini, anggaran pusat untuk pembangunan daerah sangat terbatas. Dana yang masuk mayoritas hanya cukup untuk membayar gaji ASN. Sisanya, kita harus berjuang mencari sumber lain untuk membayar P3K, honorer, hingga TPP pegawai. Hal ini berimbas pada anggaran kerja sama media yang juga harus terkena efisiensi,” jelasnya secara terbuka.

​Meski demikian, ia memastikan bahwa Pemkot tidak menutup mata terhadap peran media. Saat ini, pihaknya sedang berupaya mengajukan berbagai proposal pembangunan ke pemerintah pusat melalui kementerian terkait agar roda pembangunan di Pangkalpinang tetap berjalan.

Menutup sambutannya, pria yang juga pakar di bidang teknologi informasi ini mengingatkan awak media untuk tetap mengedepankan fakta dan data dalam setiap pemberitaan. Ia memperingatkan bahwa informasi yang salah akan tersimpan abadi dalam sistem big data dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

​”Informasi yang tidak benar akan tercatat selamanya oleh big data di Google, Facebook, maupun Instagram. Di sinilah peran jurnalis sangat penting untuk memberikan edukasi dan informasi yang valid kepada masyarakat agar tidak terjadi simpang siur data di masa depan,” pungkasnya.

Penulis : RM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!