BeritaElection

Potensi Laut Besar, Kenapa Nelayan Waropen Belum Sejahtera?

90
×

Potensi Laut Besar, Kenapa Nelayan Waropen Belum Sejahtera?

Sebarkan artikel ini
Seorang nelayan tradisional melaut menggunakan perahu kecil di perairan Kampung Urfas III, Distrik Urei Faisei, Kabupaten Waropen, Senin (11/5/2026). Meski memiliki potensi hasil laut yang besar, nelayan pesisir Waropen masih menghadapi persoalan pasar, penyimpanan dan distribusi hasil tangkapan. 📷 Echon Papuansphoto / Topberita.co.id

Minim pasar, lemahnya penyimpanan dan distribusi hasil laut menjadi persoalan klasik nelayan pesisir.

LIPUTAN KHUSUS | MASA DEPAN NELAYAN WAROPEN 

WAROPEN | TOPBERITA.CO.ID — Laut di Kabupaten Waropen dikenal kaya akan sumber daya perikanan. Ikan, udang hingga kepiting tersedia hampir sepanjang musim di wilayah pesisir.

Namun di balik besarnya potensi tersebut, kehidupan sebagian nelayan tradisional di Kampung Urfas III, Distrik Urei Faisei, masih berjalan dalam keterbatasan.

Persoalan utama yang dihadapi nelayan kini bukan lagi soal kemampuan menangkap ikan, melainkan belum terbentuknya sistem ekonomi perikanan yang kuat dan berkelanjutan.

Sebagian nelayan masih bekerja secara tradisional tanpa dukungan pasar yang stabil maupun fasilitas penyimpanan hasil laut yang memadai.

Akibatnya, hasil tangkapan hanya dijual untuk kebutuhan harian dan belum mampu memberi dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat pesisir.

“Masalah penangkapan sebenarnya tidak ada. Yang jadi masalah adalah pasar dan pengelolaan hasil ikan,” ujar Ketua Tim Survei KNMP dari Direktorat Kepelabuhanan Perikanan KKP, Akmal Dwi Nugraha.

Menurut Akmal, apabila sistem penyimpanan dan pemasaran hasil laut dibangun secara baik, maka potensi ekonomi nelayan di Waropen dapat berkembang jauh lebih besar.

Ia menilai, selama ini nelayan hanya menangkap ikan dalam jumlah secukupnya karena khawatir hasil tangkapan tidak dapat bertahan lama apabila tidak segera terjual.

“Kalau penyimpanan dan pasarnya ada, tentu hasil tangkapan nelayan juga bisa meningkat,” katanya.

Pemerintah pusat kini mulai mendorong pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai upaya memperkuat sektor perikanan masyarakat pesisir.

Program tersebut direncanakan dilengkapi fasilitas pendukung seperti penyimpanan hasil laut, koperasi pengelola, hingga sarana penunjang aktivitas nelayan.

Harapannya, nelayan di Waropen tidak lagi sekadar menjual hasil tangkapan harian, tetapi mampu menjadi bagian dari rantai ekonomi perikanan yang lebih besar dan berkelanjutan.

Bagi masyarakat pesisir, laut bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga harapan tentang masa depan keluarga dan anak-anak mereka.

 

Liputan Khusus: Masa Depan Nelayan Waropen

Laporan berseri mengenai potensi perikanan, kehidupan masyarakat pesisir, serta pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Waropen.

Baca Juga : Laut Waropen Kaya Ikan, Nelayan Masih Kesulitan Pasar

Reporter: Echon Papuansphoto

Lokasi Liputan: Kampung Urfas III, Distrik Urei Faisei, Kabupaten Waropen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *