Bangka BelitungBerita

Potensi Kep. Babel Siap Dukung Perwujudan Strategi Ekonomi Biru Indonesia sebagai Anggota ASEAN

267
×

Potensi Kep. Babel Siap Dukung Perwujudan Strategi Ekonomi Biru Indonesia sebagai Anggota ASEAN

Sebarkan artikel ini

SIJUK, TOPBERITA.Co.id. – Potensi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel) memang banyak, yang mana daerah penghasil Timah ini, terdiri dari 950 pulau kecil dengan 80 persen wilayahnya berupa laut. Sehingga menjadikan Kep. Babel sebagai salah satu provinsi dengan potensi ekonomi bahari yang luar biasa.

Untuk itu, Penjabat (Pj) Gubernur Kep. Babel Ridwan Djamaluddin saat menyampaikan sambutannya pada _Opening Session Multi-Stakeholder Dialogue on The Development of The Asean Blue Economy Framework_, menyebutkan bahwa potensi-potensi luar biasa yang dimiliki oleh Kep. Babel tentu akan turut serta membantu menyukseskan strategi _blue economy_ atau ekonomi biru yang memang sedang menjadi fokus di negara-negara ASEAN, salah satunya Indonesia.

” _Bangka Belitung will certainly participate in Indonesia’s steps in realizing the blue economy strategy through various types of investment, such as the Prosperous Ocean Program_ . Bangka Belitung tentunya akan turut serta dalam langkah Indonesia dalam mewujudkan strategi ekonomi biru melalui berbagai jenis investasi, seperti _Prosperous Ocean Program_,” ujar Pj Gubernur pada acara _The 43rd Meeting of The High-Level Task Force on ASEAN Economic Integration (HLTF-EI) and Related Meetings_, di Northern Lake Ballroom, Sheraton Belitung Resort, Rabu (1/3/23).

Investasi tersebut di antaranya: investasi untuk meningkatkan mata pencaharian masyarakat pesisir dan memulihkan ekosistem kritis, Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang – investasi 20 tahun dalam penelitian dan pengelolaan terumbu karang, dan Program Pengembangan Pariwisata Terpadu dan Berkelanjutan berdasarkan ekonomi biru.

Perencanaan program yang disebutkan oleh Pj Gubernur, sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Kepala Bagian Riset Tata Kelola Laut UNESCO Prof. Pierre Failler, yang mana untuk mewujudkan ekonomi biru di ASEAN ada 3 prinsip dasar.

” _To implement blue economy, we have to know the basic principles for blue economy in ASEAN, there are: circular economy, good governance, and environmental & social sustainability_ . Untuk mengimplementasikan ekonomi biru, kita perlu tahu prinsip dasar ekonomi biru di ASEAN, diantaranya: ekonomi sirkular, pemerintahan yang bagus, kelestarian lingkungan & sosial,” katanya.

Selain itu, Amalia Adininggar selaku Deputi Bidang Ekonomi Bappenas RI, mengatakan bahwa penerapan ekonomi biru ini sangat baik untuk dilakukan di negara-negara ASEAN, karena selain bagus untuk pertumbuhan ekonomi, ia juga sekaligus untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.

” _Blue economy is potential for economic growth and also to achieving sustainable development_ . Ekonomi biru berpotensi untuk pertumbuhan ekonomi dan juga untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.” ujar Amalia.

Sebagai perwakilan masyarakat Kep. Babel, Pj Gubernur menyampaikan harapannya terhadap forum se-ASEAN yang dilaksanakan di Belitung ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif, dikarenakan Indonesia, salah satunya Kep. Babel, memiliki potensi laut yang sangat besar untuk dikelola.

“ _It is hoped that an inclusive and sustainable Blue Economy Strategy can be designed for the welfare of the society, especially_ Bangka Belitung. Diharapkan Strategi Ekonomi Biru yang inklusif dan berkelanjutan dapat dirancang untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya Kep. Bangka Belitung,” ujar Pj Gubernur.TB

Penulis: Intan Pitaloka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *