L
BeritaNasionalNewsPerkebunanUncategorized

Motivator Papua Sentil Paradigma Pembangunan: “Kalau Manusia Rusak, Jalan Megah pun Akan Hancur”

174
×

Motivator Papua Sentil Paradigma Pembangunan: “Kalau Manusia Rusak, Jalan Megah pun Akan Hancur”

Sebarkan artikel ini
Para peserta dan panitia berpose bersama sebelum kegiatan Seminar Nasional Tour Kaka Jose Keliling Indonesia di Aula Gedung 6 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kegiatan dihadiri sekitar 65 mahasiswa Papua yang sedang menempuh studi di Surabaya. (Foto : Echon Papuansphoto)

SURABAYA, TOPBERITA.CO.ID – Suasana Aula Gedung 6 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendadak bergemuruh oleh tepuk tangan ketika motivator asal Papua, Jose Ohei – akrab disapa Kaka Jose -menggetarkan ruangan dengan kalimat pembuka yang tajam:

“Bangun dulu manusianya, baru bangun jalannya.”

Kegiatan bertajuk “Mahasiswa Sebagai Penggerak Pembangunan Papua” ini diikuti sekitar 65 mahasiswa Papua dari berbagai Fakultas. Dalam forum tersebut, Kaka Jose menggugah kesadaran peserta tentang esensi pembangunan sejati yang tidak dimulai dari beton dan aspal, melainkan dari manusia yang sadar, berkarakter, dan bertanggung jawab.

“Kalau manusia Papua kuat, jalan akan dibangun dengan benar. Tapi kalau manusianya rusak, jalan yang megah pun akan hancur,” tegasnya disambut riuh tepuk tangan peserta, Sabtu 08/11/2025.

Menurutnya, kesalahan utama pembangunan di Papua selama ini adalah fokus pada infrastruktur fisik semata tanpa menyiapkan sumber daya manusianya.

“Zaman Belanda datang ke Papua, yang pertama mereka bangun bukan jalan, tapi manusianya. Karena manusia yang kuat dan cerdaslah yang akan membangun daerahnya,” ujar Kaka Jose.

Ia menekankan, pembangunan manusia mungkin tidak terlihat dalam bentuk gedung megah, tapi dampaknya jauh lebih abadi.

“Pembangunan manusia itu murah tapi bernilai tinggi. Kalau manusianya salah arah, sehebat apapun bangunannya, akhirnya akan runtuh,” ucapnya.

Soft Skill dan Karakter Jadi Pondasi

Dalam sesi lanjutan, Kaka Jose menyoroti pentingnya pendidikan karakter dan soft skill bagi generasi muda Papua. Ia menilai, banyak anak muda lebih mengejar kemampuan teknis (hard skill) ketimbang membangun karakter, padahal keberhasilan sejati justru ditentukan oleh kepribadian dan kedewasaan emosional.

“Orang berhasil bukan karena dia ranking satu, tapi karena dia bisa sabar, beretika, dan konsisten. Dunia ini ditaklukkan oleh orang yang punya karakter, bukan hanya kepintaran,” ujarnya.

Ia mendorong mahasiswa Papua untuk melatih kemampuan komunikasi, kerja sama, empati, dan pengendalian diri sebagai bekal bersaing di dunia global.

Dalam analogi menarik, Kaka Jose menggambarkan pembangunan di Papua seperti ponsel yang low-bat tapi chargernya tidak cocok.

Menurutnya, banyak kebijakan pusat tidak terhubung dengan realitas di daerah karena tidak ada “konverter” yang mampu menjembatani keduanya.

“Mahasiswa dan kepala daerah Papua harus jadi konverter itu. Mereka yang mampu menjembatani kebijakan nasional dengan kearifan lokal agar pembangunan tidak salah arah,” jelasnya.

Ia menegaskan, mahasiswa Papua tidak boleh hanya kuliah untuk mengejar gelar, melainkan harus kembali membawa gagasan dan solusi konkret.

“Kalau pulang tidak membawa perubahan, berarti pendidikan kita belum menghasilkan apa-apa,” katanya menohok.

Kesadaran Adalah Kekuatan Orang Papua

Di akhir sesi, Kaka Jose menyampaikan pesan yang menggugah nurani:

“Hal paling ditakuti dunia dari orang Papua bukan fisiknya, tapi kesadarannya. Kalau orang Papua sadar potensinya, dunia akan melihat versi terbaik manusia Papua—cerdas, berkarakter, dan tidak bisa ditaklukkan.”

Suasana sempat hening sejenak sebelum akhirnya para mahasiswa berdiri memberi tepuk tangan panjang penuh apresiasi.

Ketua Panitia, Eram Maling, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Seminar Nasional Tour Kaka Jose Keliling Indonesia di Universitas Negeri Surabaya. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya semangat perubahan dan kesadaran diri generasi muda Papua untuk menjadi agen kemajuan bangsa.

Ketua Panitia kegiatan, Eram Maling, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Kaka Jose di kampus Unesa. Ia menyebut, materi yang dibawakan telah membuka wawasan mahasiswa Papua tentang makna pembangunan yang sesungguhnya.

“Kami belajar bahwa membangun Papua tidak harus menunggu jadi pejabat atau punya banyak uang. Tapi dimulai dari membangun diri sendiri—disiplin, bertanggung jawab, dan punya karakter yang kuat,” ujarnya.

Eram menambahkan, kegiatan ini merupakan kolaborasi Kaka Jose dan Lembaga LP3TKP bersama mahasiswa Papua di Surabaya, sebagai upaya memperkuat solidaritas dan menumbuhkan kesadaran kolektif generasi muda Papua.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus digelar di berbagai kampus di Indonesia. Pesan Kaka Jose sederhana tapi dalam: bangun manusia Papua sebelum bangun jalannya,” pungkasnya.

(Redaksi/Topberita.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!