BeritaJakartaNasionalPemerintahan

Menag ke Mesir Jalankan Mandat Presiden, Al-Azhar Berpeluang Buka Cabang di Indonesia

30
×

Menag ke Mesir Jalankan Mandat Presiden, Al-Azhar Berpeluang Buka Cabang di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar bersiap bertolak ke Mesir dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, untuk menjalankan mandat Presiden membahas kerja sama pembukaan cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia serta agenda ekoteologi global.

JAKARTA, TOPBERITA.CO.ID – Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar bertolak ke Mesir untuk menjalankan mandat Presiden Prabowo Subianto dalam dua agenda strategis, yakni membahas peluang kerja sama pembukaan cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia serta menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam seminar internasional tentang ekoteologi di Universitas Al-Azhar, Kairo.

Sebelum keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (18/1/2026), Menag menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden terkait penguatan kerja sama pendidikan Islam global.

“Akan kami tindak lanjuti arahan Bapak Presiden terkait kemungkinan kerja sama dengan Al-Azhar di Indonesia, sebagaimana pernah dibahas dalam pertemuan bilateral dengan sejumlah negara Muslim,” ujar Menag.

Menurut Menag, pembukaan cabang Universitas Al-Azhar di Indonesia berpotensi menjadi solusi strategis bagi mahasiswa Asia Tenggara yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh ke Mesir dan menghadapi berbagai tantangan geografis maupun regional.

“Sudah waktunya Al-Azhar dibantu dengan membuka cabang di Indonesia. Dengan begitu, mahasiswa dari Asia Tenggara tidak perlu jauh-jauh ke Mesir. Mereka cukup belajar di Indonesia, dengan dukungan dosen Al-Azhar dan fasilitas pembelajaran yang disiapkan sesuai standar,” tuturnya.

Selain memperluas akses pendidikan Islam global, langkah tersebut juga dinilai dapat membantu Universitas Al-Azhar menghadapi beban pendidikan yang semakin besar. Menag menjelaskan, Mesir saat ini tengah menghadapi tekanan multidimensi, mulai dari meningkatnya jumlah mahasiswa internasional hingga persoalan ekonomi dan pengungsian.

“Mesir saat ini mengalami overload. Selain menanggung pengungsi dalam jumlah besar, jumlah mahasiswa asing juga terus meningkat, sementara beban ekonominya tidak ringan,” jelas Menag.

Ia menambahkan, gagasan pembukaan cabang Al-Azhar di Indonesia mendapat respons positif dari sejumlah negara sahabat, di antaranya Qatar, Abu Dhabi, dan Yordania. Skema kerja sama yang akan dibahas mencakup berbagai kemungkinan, seperti program gelar ganda (dual degree), joint faculty, hingga penyelenggaraan pendidikan langsung dengan pengajar dari Universitas Al-Azhar.

* Bicara Ekoteologi di Al-Azhar *

Selain agenda kerja sama pendidikan, Menag juga memenuhi undangan resmi Universitas Al-Azhar untuk menjadi pembicara kunci dalam seminar internasional bertema ekoteologi. Kehadiran Menag dalam forum tersebut merupakan mandat Presiden RI untuk menyampaikan pandangan Indonesia mengenai pendekatan keagamaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Atas izin Bapak Presiden, kami mendapat undangan yang sangat terhormat untuk menyampaikan keynote speech dalam seminar internasional tentang ekoteologi,” ujar Menag.

Menag mengungkapkan bahwa perhatian dunia internasional terhadap konsep ekoteologi yang dikembangkan Indonesia terus menguat. Isu tersebut sebelumnya juga mengemuka dalam forum lintas agama di Vatikan dan mendapat respons positif dari para pemimpin keagamaan dunia.

“Saat ini, Indonesia dinilai sebagai salah satu negara yang paling representatif untuk berbicara tentang ekoteologi,” katanya.

Menag berharap, kunjungan kerja ke Mesir ini tidak hanya memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pemikiran dan pendidikan Islam global, tetapi juga memperluas jangkauan diplomasi pendidikan dan keagamaan Indonesia di tingkat internasional.*(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *