Berita

Me Hoa Serap Aspirasi Warga Pasir Garam, Soroti Sinkronisasi Data Kemiskinan hingga Infrastruktur

119
×

Me Hoa Serap Aspirasi Warga Pasir Garam, Soroti Sinkronisasi Data Kemiskinan hingga Infrastruktur

Sebarkan artikel ini

BANGKA TENGAH, TOPBERITA.Co.id – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Me Hoa, menggelar reses Masa Sidang I Tahun Sidang II 2026 di Desa Pasir Garam, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu, (17/1/2026).

​Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Babel, mulai dari Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, hingga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

​Dalam sambutannya, Me Hoa mengungkapkan rasa bangganya karena reses kali ini dikemas dengan kegiatan yang menyentuh masyarakat secara langsung, termasuk rencana kegiatan donor darah. Ia menegaskan pentingnya kehadiran tujuh OPD teknis untuk mendengarkan langsung keluhan warga.

​“Hari ini banyak hal yang kita bagikan. Kehadiran dinas-dinas seperti Kesehatan, Pendidikan, Kesra, dan Sosial sangat penting untuk menjawab kegelisahan masyarakat secara langsung,” ujar Me Hoa saat ditemui di lokasi reses.

​Salah satu poin krusial yang dibahas adalah mengenai ketidaksinkronan data kemiskinan atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Me Hoa menekankan perlunya penyandingan data antara pemerintah desa dengan Badan Pusat Statistik (BPS) agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

​Me Hoa menjelaskan bahwa masyarakat harus diberikan edukasi mengenai pentingnya masuk ke dalam kategori desil agar mendapatkan jaminan perlindungan sosial. Ia juga meminta warga kooperatif dalam pendataan dengan menyiapkan dokumen KTP dan KK serta bersedia disurvei ke lapangan.

​“Saya sebagai wakil rakyat meminta mari kita sandingkan data. Tidak boleh ada data yang tidak jelas. Kita akan dorong Desa Pasir Garam menjadi pelopor akurasi data desa yang nantinya bisa dicontoh desa lain,” tegas politisi PDI Perjuangan tersebut.

​Selain masalah data, Me Hoa juga menanggapi keluhan terkait beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang terputus saat siswa masuk jenjang SMK, serta masalah infrastruktur jalan dan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati di ruas jalan raya utama.

​“Meskipun hari ini Dinas Perhubungan tidak hadir, saya mohon segera dilakukan survei. Lampu jalan di titik Pasir Garam ini sangat penting bagi pedagang malam dan keselamatan pengguna jalan secara umum. Ini kepentingan semua umat,” tambahnya.

​Sementara itu, Kepala Desa Pasir Garam menyambut baik kehadiran Me Hoa. Ia menyebut selama dua periode menjabat, baru dua kali desa mereka dijadikan lokasi reses oleh anggota DPRD Provinsi.

​“Masyarakat sangat antusias, yang hadir hampir 180 orang. Harapan kami kepada Ibu Me Hoa dan anggota dewan lainnya, tolong perhatikan desa kami secara berkelanjutan, jangan hanya hadir saat menjelang pemilu saja,” kata Kepala Desa.

​Ia juga mengapresiasi respons cepat Me Hoa dalam membantu warga yang mengalami kendala layanan BPJS Kesehatan. “Tadi kita lihat sendiri, masalah BPJS warga langsung tuntas setelah ditelepon oleh Ibu Me Hoa,” ungkapnya.

​Menutup kegiatan, Me Hoa mendorong Desa Pasir Garam untuk mengembangkan potensi sektor pertanian dan peternakan sebagai daya tarik wisata agro. Ia juga mengajak masyarakat mendukung program kemandirian pangan, seperti menanam cabai di pekarangan rumah.

​”Kita dorong agar ada wisata agro di sini, seperti peternakan sapi. Untuk ketahanan pangan, saya ingin kita semua menanam cabai sendiri menggunakan pupuk organik dari peternakan yang ada, jadi tidak perlu lagi membeli cabai di pasar,” pungkas Me Hoa.

Penulis: RM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *