Belitung TimurBerita

Lestarikan Tradisi Suku Sawang, PT Timah Tbk Dukung Penerapan Muang Jong di Belitung Timur

761
×

Lestarikan Tradisi Suku Sawang, PT Timah Tbk Dukung Penerapan Muang Jong di Belitung Timur

Sebarkan artikel ini

Peringatan Muangjong dimulai Jumat (17/02) dan puncaknya pada Minggu (19/02) di Pantai Mudong, Belitung Timur. Muang Jong merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan setiap tahun.

Ketua Panitia Muang Jong, Palo mengatakan, pembuatan jong atau miniatur perahu kayu tidak boleh sembarangan. Ada aturan khusus yang harus diikuti, kayu yang digunakan harus kayu bakil yang didapat masyarakat Sawang di kawasan hutan tertentu.

Jika ada kayu sisa pembuatan Jong, maka harus dibuang dan dibuang ke laut, bersamaan dengan melarung Jong, saat acara Muang Jong.

Untuk tahun 2023 mereka membuat total tiga jong atau perahu kayu mini, satu besar dan dua lainnya kecil.

“Jadi tahun ini kita bangun 3 kapal karena tidak melaksanakan muang jong akibat pandemi Covid-19 tahun sebelumnya,” kata Palo.

Menurut Palo, pelaksanaan muang jong harus dilakukan, karena merupakan adat mereka.

Muang Jong bukan sekedar tradisi budaya suku Sawang belaka. Namun memiliki nilai-nilai penghormatan terhadap kearifan ajaran para leluhur, yang mengingatkan kita untuk selalu mensyukuri segala sesuatu yang diterima.

Atraksi ritual adat Muang Jong sebenarnya juga berpotensi menjadi daya tarik bagi wilayah Belitung Timur.

“Jadi Muang Jong kali ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi,” ucapnya.

Karena itu, pihaknya mengapresiasi PT Timah Tbk yang turut melestarikan tradisi mereka. Pasalnya, dengan bantuan PT Timah Tbk, mereka bisa membuat perahu dan mendukung kegiatan Muang Jong.

Ia bersyukur pelaksanaan muang jong berjalan lancar hingga selesai.

“Terima kasih kepada PT Timah Tbk yang telah membantu pelaksanaan muang jong ini, sehingga acara ini dilaksanakan pada hari Jum’at, Sabtu dan Minggu pagi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Selinssing, Harianto mengatakan, pihaknya mengapresiasi pihak-pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan muang jong seperti Pemkab Beltim, PT Timah Tbk, dan masyarakat.

Meski tahun 2023 tidak akan semeriah tahun sebelumnya, karena Dinas Pariwisata Beltim tidak bisa sepenuhnya membantu acara ini.

“Kegiatan kali ini sesuai kemampuan, namun dilakukan dengan semangat dari masyarakat,” ujarnya.

Ia berpesan agar tetap melestarikan adat dan budaya Muang Jong, meskipun dilakukan dengan cara yang sederhana, namun tetap dilakukan. Oleh karena itu, melestarikan tradisi harus dilakukan.

“Terima kasih kepada PT Timah Tbk dan para donatur lainnya yang telah membantu terlaksananya muang jong ini,” ucapnya. (**) TB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!