BeritaNewsPemerintahan

Perkuat Moderasi Beragama di Papua, Kemenag Teken MoU dengan RRI dan TVRI

19
×

Perkuat Moderasi Beragama di Papua, Kemenag Teken MoU dengan RRI dan TVRI

Sebarkan artikel ini
Penandatanganan MoU antara Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Radio Republik Indonesia dan Televisi Republik Indonesia Papua untuk memperkuat siaran keagamaan yang menyejukkan.

Kolaborasi strategis dorong siaran keagamaan yang menyejukkan, sekaligus gaungkan ekoteologi dan konten digital untuk generasi muda.

TOPBERITA.CO.ID | JAYAPURA – Upaya memperkuat moderasi beragama dan menghadirkan narasi keagamaan yang menyejukkan terus didorong oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua dengan menjalin kolaborasi bersama lembaga penyiaran publik.

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kanwil Kemenag Papua dengan Radio Republik Indonesia Jayapura dan Televisi Republik Indonesia Papua yang berlangsung di Aula Sasana Krida Bakti Kanwil Kemenag Papua, Senin (9/3/2026).

Kepala Kanwil Kemenag Papua, Klemens Taran menegaskan bahwa kerja sama tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis dalam membangun ruang publik yang sehat dan harmonis di tengah masyarakat Papua.

“Hari ini kita tidak sekadar menandatangani MoU, tetapi menyatukan visi dan memperkuat komitmen menghadirkan agama sebagai kekuatan moral untuk membangun Papua yang damai dan maju,” ujarnya.

Perkuat Moderasi di Tanah Papua

Menurut Klemens, Papua merupakan wilayah yang kaya akan keberagaman agama dan budaya, sehingga penguatan moderasi beragama menjadi kunci menjaga keharmonisan.

Ia menegaskan bahwa moderasi beragama bukan berarti melemahkan keyakinan, melainkan memperkuat sikap saling menghormati antar umat beragama.

“Moderasi bukan kompromi terhadap prinsip, tetapi komitmen terhadap persatuan,” tegasnya.

Melalui kerja sama dengan RRI dan TVRI, Kemenag Papua berharap ruang publik dapat diisi dengan konten keagamaan yang edukatif, menyejukkan, serta mampu menangkal narasi ekstrem dan ujaran kebencian.

Ekoteologi Jadi Isu Strategis

Tak hanya soal moderasi beragama, Klemens juga menyoroti pentingnya pendekatan ekoteologi dalam kehidupan beragama di Papua.

Menurutnya, nilai-nilai keagamaan harus mampu mendorong kesadaran menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual.

“Merawat bumi adalah bagian dari ibadah. Menjaga hutan dan lingkungan merupakan bentuk ketaatan,” ungkapnya.

Narasi ekoteologi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari konten siaran yang disampaikan kepada masyarakat luas, terutama dalam menjaga kelestarian alam Papua.

Adaptif di Era Digital

Klemens juga menekankan pentingnya transformasi digital dalam penyiaran konten keagamaan, terutama untuk menjangkau generasi muda.

Ia menyebut, kolaborasi dengan media seperti RRI dan TVRI menjadi langkah penting agar pesan-pesan keagamaan dapat dikemas secara kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Konten keagamaan harus adaptif, kreatif, dan mampu menjangkau generasi muda yang kini banyak mengakses informasi melalui platform digital,” katanya.

Ia berharap kerja sama ini dapat melahirkan program konkret seperti dialog lintas agama, edukasi ekoteologi, hingga produksi konten digital yang menjangkau masyarakat hingga wilayah terpencil di Papua.

Sinergi Media untuk Umat

Sementara itu, Kepala Radio Republik Indonesia Jayapura, Jony Iskandar Baso mengatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk menyebarkan nilai-nilai keagamaan yang membawa kedamaian.

“Kami berharap kolaborasi ini mampu menghadirkan siaran keagamaan yang edukatif dan menjadi tuntunan bagi masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Televisi Republik Indonesia Papua, Erwin Hendarwin yang menilai kolaborasi ini penting dalam menghadirkan layanan informasi dan edukasi yang berkualitas.

Menurutnya, sebagai lembaga penyiaran publik, TVRI dan RRI memiliki tanggung jawab menghadirkan konten yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai edukatif serta memperkuat persatuan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi ini menjadi kunci untuk menghadirkan konten yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam membangun masyarakat Papua yang religius, moderat, peduli lingkungan, serta siap menghadapi tantangan era digital.**(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *