PANGKALPINANG,TOPBERITA.Co.id.– Kebutuhan darah yang tinggi di Kota Pangkalpinang belum sebanding dengan jumlah ketersediaan stok di Palang Merah Indonesia (PMI).
Menyikapi hal tersebut, PMI bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang tengah menggencarkan berbagai program stimulan dan pelayanan terpadu guna menarik minat para pendonor sukarela.
Ketua PMI Kota Pangkalpinang, Muhammad Iqbal, mengungkapkan bahwa permintaan darah dari pasien rumah sakit di Pangkalpinang rata-rata mencapai 40 kantong per hari. Tingginya angka permintaan ini membuat stok darah di markas PMI sering kali mengalami kekosongan.
Sebagai langkah cepat mengantisipasi kekosongan stok, Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa pihaknya terpaksa mengimbau keluarga pasien untuk membawa pendonor pengganti secara mandiri jika memerlukan darah dalam waktu dekat. Di sisi lain, PMI juga terus bergerak mencari formula untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
”PMI terus berupaya menggalakkan gerakan donor darah sukarela ini. Salah satu upayanya, kami mengagendakan kegiatan pada 14 Juni mendatang di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Pangkalpinang.12/6/2026.
Kami akan memberikan apresiasi berupa bingkisan sembako untuk menarik minat masyarakat,” kata Muhammad Iqbal.
Ia menambahkan, pada momentum kali ini PMI Kota Pangkalpinang juga memberikan sekitar 100 penghargaan kepada para pendonor sukarela yang telah konsisten mendonorkan darahnya. Berdasarkan datanya, golongan darah O menjadi yang paling banyak mendominasi, sementara golongan darah AB menjadi yang paling sedikit dengan jumlah hanya 8 orang.
Kondisi minimnya ketersediaan darah ini turut menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang. Kepala Dinkes Kota Pangkalpinang, dr. Hisar M. Manulu, MKM., menyatakan bahwa kerja sama lintas sektor dengan PMI akan semakin diperketat, terutama dengan memanfaatkan momentum acara yang melibatkan massa dalam jumlah besar.
”Kita semua mengetahui bahwa sediaan darah di Pangkalpinang ini sering kali sangat kurang, sedangkan warga yang membutuhkan sangat banyak. Oleh karena itu, setiap ada kegiatan masyarakat, kita akan usahakan membuka posko donor darah bersama PMI,” ujar dr. Hisar.
Lebih lanjut, dr. Hisar menjelaskan bahwa dalam waktu dekat Dinkes akan menggelar acara pelayanan kesehatan terpadu pada tanggal 22 Juni mendatang. Dalam kegiatan tersebut, posko donor darah akan disandingkan dengan program pelayanan kesehatan lainnya agar hasilnya lebih maksimal.
”Pada kegiatan tanggal 22 Juni nanti, ada agenda khitanan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis (cek GDS). Di sana kami juga akan menyelipkan posko untuk donor darah. Semoga dengan keterkaitan program seperti ini, semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk mendonorkan darahnya,” pungkas dr. Hisar seraya mengajak rekan-rekan media untuk ikut serta mengampanyekan gerakan kemanusiaan ini.RM











