JAYAPURA, TOPBERITA.CO.ID – Pemerintah Provinsi Papua menerima kunjungan resmi rombongan Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia dan Timor-Leste guna memantau pelaksanaan program perlindungan anak dan pencegahan kekerasan seksual di Jayapura, Selasa (10/2/2026).
Pertemuan berlangsung di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Papua, Lantai 3 Kantor Gubernur Papua, pukul 15.00 WIT. Agenda tersebut dihadiri para Asisten Sekda dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala BAPERIDA, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB (P3A & KB), Direktur RSUD Jayapura, Direktur RSUD Abepura, Direktur RSK Abepura, serta perwakilan BKKBN.
Sekretaris II Urusan Politik dan Publik, Foreign Policy and Diplomacy Service (FPDS) Kedutaan Besar Kanada untuk Indonesia dan Timor-Leste, Arielle Sobhani, menjelaskan bahwa kunjungan selama dua hari tersebut bertujuan meninjau langsung implementasi proyek yang difokuskan pada perlindungan anak dan pencegahan kekerasan seksual, yang dijalankan oleh mitra mereka, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).
“Saya tiba di Jayapura dua hari lalu untuk meninjau proyek perlindungan anak dan pencegahan kekerasan seksual yang dilaksanakan oleh mitra kami di PKBI,” ujar Arielle.

Selain melakukan monitoring program, delegasi Kanada juga menggelar pertemuan dengan Asisten III Pemprov Papua untuk membahas peluang penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor strategis.
“Kami berdiskusi mengenai berbagai hal yang dapat dikerjakan bersama antara Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kanada,” jelasnya.
Arielle menyampaikan optimisme terhadap keberlanjutan kolaborasi kedua pihak, termasuk pengembangan sejumlah proyek kesehatan yang direncanakan ke depan.
Sementara itu, Asisten III Setda Papua, Suzana Wanggai, mewakili Gubernur Papua dan masyarakat, menyambut baik kunjungan tersebut serta menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kanada terhadap isu perlindungan anak dan perempuan di Papua.
“Kami menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Pemerintah Kanada yang telah memberikan perhatian besar kepada Papua, khususnya dalam upaya perlindungan anak serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.

Suzana menjelaskan bahwa program yang didanai Pemerintah Kanada telah berjalan dan saat ini memasuki tahap monitoring serta evaluasi pelaksanaan di lapangan.
“Hari ini Ibu Arielle hadir untuk melihat sejauh mana program yang dilaksanakan oleh PKBI berjalan,” ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga membahas rencana tindak lanjut, termasuk dukungan pendanaan lanjutan bagi program perlindungan anak dan perempuan dari kekerasan seksual dan pelecehan.
Suzana menegaskan bahwa hubungan kerja sama Indonesia dan Kanada telah terjalin lama dan semakin menguat pasca kunjungan Presiden Indonesia ke Kanada tahun lalu.
“Kanada adalah negara sahabat Indonesia. Sejumlah program telah berjalan di Papua, termasuk di sektor kesehatan seperti pelatihan bidan,” katanya.
Ia menambahkan, berbagai program kolaboratif tersebut berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat Papua, terutama perempuan dan anak yang menjadi kelompok rentan.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua, kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kanada atas dukungan dan komitmennya,” pungkas Suzana.
(Renaldo | Topberita.co.id)












