SOLO, TOPBERITA.CO.ID – Kegiatan Tour Nasional Kaka Jose Ohei kembali menyentuh hati generasi muda Papua. Bertempat di Gedung Sekretariat Bersama Kota Surakarta Lantai 4, Kamis (6/11/2025) malam, motivator asal Tanah Papua itu membawakan materi bertajuk “Membangun Peradaban Papua Melalui Kemandirian, Pendidikan, dan Karakter.” Kegiatan yang berlangsung dari pukul 19.00 hingga 23.00 WIB ini dihadiri ratusan mahasiswa Papua dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Solo Raya.
Dalam paparannya, Kaka Jose menegaskan bahwa pembangunan sejati di Papua tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur, tetapi dari seberapa kuat karakter manusia Papua dibangun. “Dulu orang tua-tua kita selalu bilang: kalau mau dapat berkat, bangunlah pagi. Ikan di laut pun tidak akan menunggu orang yang bangun siang. Sekarang banyak orang kita justru malas bergerak. Kita harus kembali pada semangat kerja keras dan kemandirian,” tegasnya.
Menurutnya, orang Papua memiliki kemampuan otodidak yang luar biasa, namun sering tidak diarahkan dengan benar. “Pemerintah harus fokus pada dua hal: berikan soft skill dan hard skill, lalu bangun manusia Papua lebih dulu sebelum membangun fisiknya,” ujarnya. Kaka Jose juga memperkenalkan konsep converter – jembatan antara sistem nasional dan budaya Papua — agar kebijakan pembangunan bisa menyesuaikan dengan karakter masyarakat. “Otonomi khusus jangan hanya dimaknai sebagai uang, tapi sebagai pengaturan yang memberi ruang bagi budaya Papua untuk menjadi dasar pembangunan,” tambahnya.

(Foto : Echon Papuansphoto)
Ketua Panitia kegiatan sekaligus Ketua Komunitas Mahasiswa Papua Solo Raya (KOMPAS), Mozes Ferdinand Kamer, menyampaikan apresiasi mendalam atas pesan yang disampaikan Kaka Jose. “Materi ini luar biasa dan sangat menyentuh. Kami berharap apa yang disampaikan bisa kami terapkan, terutama saat kami kembali membangun tanah Papua. Kami, anak muda Papua, harus bersatu dan tidak boleh terpecah, karena hanya dengan kebersamaan kita bisa membangun Papua,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu peserta kegiatan, Priskila Waroy, menilai materi yang disampaikan membuka cara pandang baru bagi mahasiswa Papua di perantauan. “Kaka Jose bukan hanya bicara teori, tapi menyentuh hal yang kami alami sehari-hari. Kami diajak untuk melihat kembali siapa diri kita sebagai orang Papua dan bagaimana harus berani berubah, mulai dari pola pikir,” ungkapnya.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Sejumlah mahasiswa berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan di berbagai daerah sebagai ruang refleksi dan pembentukan karakter generasi muda Papua.**(Redaksi/Topberita.co.id)












