“Di balik jeruji, kisah haru para warga binaan perempuan tersentuh oleh motivasi Kaka Jose dan LP3TKP—momen di mana penyesalan berubah menjadi harapan dan kekuatan untuk masa depan”
JAYAPURA, TOPBERITA.CO.ID –Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day) yang diperingati setiap 8 Maret, Motivator Papua Kaka Jose bersama lembaga yang dipimpinnya, LP3TKP, menggelar kegiatan motivasi bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Jayapura pada Selasa, 10 Maret 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kaka Jose dan LP3TKP tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan mental bagi para warga binaan perempuan yang sedang menjalani masa pidana.
Dalam sesi motivasi yang berlangsung penuh kehangatan dan suasana haru tersebut, Kaka Jose menyampaikan bahwa perempuan merupakan pribadi yang memiliki kekuatan luar biasa dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Menurutnya, perempuan memiliki kemampuan untuk menahan rasa sakit sekaligus penderitaan yang sering kali tidak dialami oleh laki-laki.
“Laki-laki mungkin hanya mampu menahan rasa sakit, tetapi perempuan mampu menahan rasa sakit sekaligus penderitaan,” ungkap Kaka Jose di hadapan para warga binaan.
Ia juga menegaskan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam keberlanjutan kehidupan manusia, mulai dari proses melahirkan hingga membesarkan anak.
“Perempuan diberi kemampuan luar biasa oleh Tuhan untuk melahirkan dan menjaga kehidupan manusia,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kaka Jose juga mengajak para warga binaan untuk tidak larut dalam penyesalan atas masa lalu, melainkan menjadikannya sebagai pelajaran untuk memperbaiki masa depan.
Ia mengakui bahwa menjalani masa pidana di lembaga pemasyarakatan merupakan situasi yang tidak mudah, terlebih bagi perempuan yang harus terpisah dari anak dan keluarga.
“Memisahkan seorang ibu dari anak dan keluarganya adalah salah satu bentuk penderitaan yang sangat berat,” katanya.
Suasana kegiatan semakin emosional ketika beberapa warga binaan mengungkapkan perasaan mereka, terutama kerinduan terhadap anak dan keluarga yang harus mereka tinggalkan selama menjalani masa pidana.
Lapas Apresiasi Inisiatif Kegiatan
Sementara itu, Kasubsi Pembinaan Lapas Perempuan Kelas III Jayapura, Loisa Tinnek Jois Veep, yang mewakili Kepala Lapas, menyampaikan apresiasi atas inisiatif kegiatan yang dilakukan oleh Kaka Jose bersama LP3TKP tersebut.
Menurutnya, perempuan yang berhadapan dengan hukum merupakan kelompok yang cukup rentan karena mereka harus meninggalkan keluarga, termasuk anak-anak yang membutuhkan perhatian seorang ibu.
“Perempuan yang menjalani pidana di sini tentu menghadapi tantangan besar, karena mereka harus meninggalkan keluarga dan anak. Peran sebagai ibu tidak dapat berjalan secara maksimal selama mereka menjalani masa pidana,” jelasnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan di masa mendatang sebagai bagian dari dukungan moral bagi para warga binaan.
“Kami berharap kegiatan ini bukan yang pertama dan terakhir. Ke depan kami berharap ada kesempatan lain untuk kembali bertatap muka dengan warga binaan maupun para tahanan,” ujarnya.

Selain memberikan motivasi, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi ruang bagi warga binaan untuk menyampaikan berbagai keluhan maupun pergulatan batin selama menjalani masa pidana.
Menurut Loisa, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi para warga binaan dalam membangun perubahan pola pikir serta semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan.
“Semoga apa yang mereka dapatkan dari kegiatan ini menjadi dampak positif bagi mereka, sehingga walaupun menjalani pidana di sini tetap ada harapan dan solusi untuk memperbaiki diri,” tambahnya.
46 Warga Binaan Jalani Masa Pidana
Berdasarkan data Lapas Perempuan Kelas III Jayapura, jumlah warga binaan perempuan yang menjalani masa pidana saat ini sebanyak 46 orang.
Jumlah tersebut bersifat dinamis karena dapat berubah sewaktu-waktu seiring dengan adanya narapidana yang bebas melalui program integrasi maupun bebas murni.
Adapun kasus yang paling banyak ditangani di lapas tersebut saat ini didominasi oleh tindak pidana korupsi (tipikor) dan kasus narkotika.
Melalui kegiatan motivasi dalam momentum Hari Perempuan Internasional ini, diharapkan para warga binaan perempuan tetap memiliki semangat untuk bangkit dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.**(Echon | Topberita.co.id).












