Ini soal pendidikan dan masa depan anak-anak. Jangan dibiarkan berlarut-larut hanya karena satu speedboat
SENTANI, TOPBERITA.CO.ID – Speedboat yang selama ini digunakan sebagai transportasi khusus anak-anak sekolah di Kampung Ifale, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, tenggelam saat mengangkut penumpang yang pulang dari acara adat Menggeuw Fafa, Jumat (13/2/2026) pagi.
Peristiwa itu terjadi dalam perjalanan dari Kampung Ifele, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, menuju Dermaga Enggele Sentani.
Ketua Forum Peduli Kemanusiaan, Menase Bernard Taime, mengatakan speedboat yang terbalik tersebut sebenarnya merupakan speedboat khusus yang digunakan untuk mengangkut anak-anak sekolah setiap pagi. Akibat insiden tersebut, aktivitas pendidikan anak-anak di kampung menjadi terganggu.
“Speedboat itu khusus untuk anak-anak sekolah. Setiap pagi menjemput dan mengantar mereka supaya bisa tiba di sekolah tepat waktu. Setelah kejadian terbalik itu, anak-anak jadi terkendala dan hampir selalu terlambat ke sekolah,” kata Menase kepada media di Sentani, Selasa (18/2/2026).
Menurutnya, pada pagi kejadian, speedboat tersebut seharusnya digunakan untuk mengantar anak-anak ke sekolah. Namun karena adanya acara Tahun Baru (Menggeuw fafa) di kampung, penumpang umum ikut naik sehingga kapal kelebihan muatan.
“Semua penumpang pulang acara naik bersamaan. Karena over muatan, speedboat akhirnya tenggelam. Kejadiannya tepat di jam anak-anak berangkat sekolah,” ujarnya.
Menase menyebutkan, pasca insiden, pihak kampung telah meminta bantuan kepada Basarnas melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Jayapura, namun hingga kini belum ada solusi terkait pengganti sarana transportasi tersebut.
“Sudah minta tolong, tapi jawabannya selalu diminta sabar dan menunggu. Sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” katanya.
Ia menegaskan transportasi air sangat vital bagi anak-anak Kampung Ifele untuk mengakses pendidikan. Tanpa speedboat, mereka harus menunggu speedboat umum untuk ke Enggele dan melanjutkan perjalanan dengan ojek, yang memakan waktu lama dan biaya tambahan.
“Kalau pakai speedboat pagi-pagi, cepat sampai. Sekarang harus jalan, tunggu ojek lagi. Ini sangat menyulitkan,” jelasnya.
Forum Peduli Kemanusiaan meminta Kepala Kantor Basarnas Jayapura serta Pemerintah Kabupaten Jayapura segera mengambil langkah konkret agar akses transportasi bagi anak-anak sekolah tidak terus terhambat.
“Ini soal pendidikan dan masa depan anak-anak. Jangan dibiarkan berlarut-larut hanya karena satu speedboat,” tegas Menase. (*sco)












