BeritaSumatera Utara

Dugaan Bantuan Pengungsi Tidak Tepat Sasaran di Rusunawa Pandan

325
×

Dugaan Bantuan Pengungsi Tidak Tepat Sasaran di Rusunawa Pandan

Sebarkan artikel ini
Gambar: Situasi Rusunawa Pandan pasca pembagian bantuan dari PT Mitra Bisnis Keluarga (MBK) Ventura yang diperuntukkan bagi pengungsi, Senin (16/2/2026). (Dok. Topberita.co.id)

TAPTENG, Topberita.co.id – Dugaan penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran mencuat di Rusunawa Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, yang saat ini difungsikan sebagai Hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir dan longsor 25 November 2025.

Sejumlah warga menyampaikan adanya dugaan ketidaksesuaian dalam proses pendataan dan distribusi bantuan bagi pengungsi yang tinggal di lokasi tersebut.

Warga berinisial AJ mengatakan, bantuan dari pemerintah maupun donatur disebut tidak sepenuhnya diterima oleh pengungsi yang benar-benar menetap di Rusunawa.

“Bantuan yang diprioritaskan untuk pengungsi sering kali tidak tepat sasaran. Ada yang menerima atas nama pengungsi, tetapi tidak tinggal di Rusunawa,” ujar AJ kepada media ini.

Keterangan serupa disampaikan narasumber lain yang enggan disebutkan identitasnya. Ia menduga terdapat pihak yang bukan penghuni huntara turut menerima bantuan.

“Kami melihat ada yang bukan pengungsi ikut mengambil bantuan. Hal itu sempat membuat situasi memanas beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Meski demikian, informasi tersebut masih berupa keterangan warga dan belum dapat diverifikasi secara independen oleh redaksi.

Media ini juga menerima sebuah rekaman video yang diduga diambil di Aula Rusunawa Pandan saat proses penyaluran bantuan berlangsung.

Dalam video tersebut tampak individu yang diduga merupakan pengelola Rusunawa menerima bantuan yang sebelumnya disebut diprioritaskan bagi pengungsi.

Namun hingga kini, redaksi belum memperoleh kepastian mengenai kapasitas maupun dasar penerimaan bantuan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bantuan dari PT Mitra Bisnis Keluarga Ventura (MBK Ventura) disalurkan kepada penghuni Rusunawa pada Senin, 16 Februari 2026.

Bantuan tersebut terdiri atas 106 unit tilam dan 100 unit kompor gas. Penyerahan bantuan turut dihadiri Asisten Regional Manager MBK wilayah Sumatera Utara, Ina Nurul Inayah, serta Lurah Pasar Baru, Japran Pasaribu.

Terkait dugaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah telah dihubungi melalui pesan WhatsApp sebanyak dua kali untuk dimintai klarifikasi. Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan resmi.

Warga menyebut dugaan ketidaktepatan sasaran bantuan sempat memicu ketegangan pada 30 Januari 2026 antara penghuni Rusunawa dan sebagian pengungsi. Namun situasi disebut telah kembali kondusif. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!