Pertemuan tertutup para kepala daerah di Jayapura memunculkan tafsir baru: dari penguatan koordinasi hingga indikasi konsolidasi kekuatan politik Papua ke depan
TOPBERITA.CO.ID | JAYAPURA — Di balik suasana hangat jamuan makan malam, tersimpan pesan kuat dari Gubernur Papua, Matius Fakhiri. Ia mengumpulkan para bupati dan wali kota se-Papua dalam satu meja sebagai sinyal dimulainya konsolidasi besar pemerintahan daerah.
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Negara Dok V, Kamis (26/3) malam itu, tidak sekadar seremoni. Lebih jauh, forum ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan arah, memperkuat komunikasi, dan membangun soliditas lintas wilayah di tengah tantangan pembangunan Papua yang semakin kompleks.
Dalam suasana akrab namun penuh makna, para kepala daerah terlihat aktif berdiskusi, saling bertukar pandangan, hingga menyampaikan langsung persoalan yang dihadapi di daerah masing-masing. Momentum ini menjadi ruang komunikasi yang lebih cair, namun tetap substansial.
Jamuan tersebut juga mencerminkan gaya kepemimpinan yang inklusif dan komunikatif. Pemerintah provinsi berupaya menegaskan bahwa kabupaten dan kota merupakan ujung tombak pelayanan publik yang harus diperkuat melalui hubungan yang solid dan sinergis.
Papua dihadapkan pada beragam tantangan, mulai dari ketimpangan infrastruktur, kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Dalam konteks ini, sinergi antar daerah dinilai bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Dalam arahannya, Gubernur Fakhiri menegaskan pentingnya soliditas sebagai fondasi utama percepatan pembangunan.
“Melalui kebersamaan seperti ini, kita berharap ada kesamaan visi dan langkah dalam membangun Papua yang lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera,” tegasnya.
Ia juga mendorong kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat dan terintegrasi. Menurutnya, pembangunan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, melainkan harus dilakukan secara kolektif dengan orientasi hasil yang nyata bagi masyarakat.
Para bupati dan wali kota menyambut baik langkah tersebut. Mereka menilai pendekatan informal seperti ini justru lebih efektif dalam membangun komunikasi, menyerap aspirasi, serta menyelaraskan program pembangunan antara pemerintah provinsi dan daerah.
Harapan pun mengemuka agar forum serupa dapat dilakukan secara berkala, sebagai wadah konsolidasi dan evaluasi bersama, guna memastikan pembangunan Papua berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Pertemuan ini diyakini menjadi titik awal penguatan sinergi jangka panjang, menuju Papua yang lebih mandiri, inklusif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.**(Redaksi)












