BeritaInternasionalLingkunganNasionalPemerintahan

Dari Mimbar Al-Azhar, Menag Serukan Tanggung Jawab Agama Jaga Lingkungan

32
×

Dari Mimbar Al-Azhar, Menag Serukan Tanggung Jawab Agama Jaga Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menyampaikan pidato dalam Seminar Internasional Fikih Lingkungan (Ekoteologi) di Al-Azhar Conference Center, Kairo, Mesir, Selasa (20/1/2026).

KAIRO, TOPBERITA.CO.ID — Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tanggung jawab keagamaan. Setiap tindakan yang merusak alam, menurutnya, sejatinya menyimpang dari tujuan ibadah dan hakikat pembangunan peradaban manusia.

Penegasan tersebut disampaikan Menag saat menjadi pembicara utama dalam Seminar Internasional Fikih Lingkungan (Ekoteologi) yang digelar di Al-Azhar Conference Center, Kairo, Mesir, Selasa (20/1/2026).

“Dalam perspektif Islam, bumi bukanlah milik mutlak manusia, melainkan titipan Ilahi yang harus dijaga keseimbangannya. Karena itu, setiap aktivitas yang merusak lingkungan sejatinya telah menyimpang dari tujuan ibadah dan nilai-nilai peradaban,” ujar Menag.

Menag menjelaskan, konsep ekoteologi menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran kolektif umat Islam terhadap amanah menjaga alam. Ekoteologi menempatkan relasi manusia dan lingkungan dalam bingkai tanggung jawab moral, etika, dan keseimbangan hidup.

“Dunia hari ini tidak hanya membutuhkan kecerdasan dan kemajuan teknologi, tetapi juga nurani dan etika dalam mengelola kemajuan tersebut. Di sinilah peran agama menjadi sangat penting,” lanjutnya.

Seminar internasional bertajuk “Tantangan Berinteraksi dengan Lingkungan dalam Tafsir dan Sunnah” ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Agama RI, Al-Azhar Al-Sharif, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, serta Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta yang terdiri atas ulama, akademisi, peneliti, mahasiswa, serta pemerhati isu lingkungan dari berbagai negara. Forum ini menjadi ruang dialog strategis untuk memperkuat kontribusi pemikiran Islam dalam merespons krisis lingkungan global melalui pendekatan teologis, yuridis, dan etis.

Di sela kegiatan, Menteri Agama juga menyerahkan secara simbolis mushaf Al-Qur’an braille terbitan Kementerian Agama RI kepada Rektor Universitas Al-Azhar, Salama Gomaa Dawud, sebagai bentuk komitmen inklusivitas layanan keagamaan.

Dalam sambutannya, Rektor Al-Azhar Salama Gomaa Dawud menegaskan bahwa Islam memiliki perhatian besar terhadap pelestarian lingkungan. Menurutnya, menjaga alam bukan hanya tanggung jawab institusi, tetapi kewajiban setiap individu.

“Kerusakan lingkungan akan berdampak luas dan dirasakan oleh seluruh umat manusia. Karena itu, menjaga lingkungan adalah bagian dari ajaran Islam,” tegasnya.

Sementara itu, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Kairo, Zaim Al Khalis Nasution, menyatakan bahwa seminar ini mencerminkan kuatnya hubungan historis dan intelektual antara Indonesia, Mesir, dan Al-Azhar.

“Kerja sama ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi pemikiran Islam dalam menghadapi tantangan global, khususnya isu lingkungan hidup,” ujarnya.

Zaim menambahkan, kegiatan ini juga menegaskan komitmen bersama Indonesia dan Mesir dalam mendorong diplomasi keagamaan, memperkuat peran Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, serta membangun jejaring global menuju pembangunan berkelanjutan berbasis nilai spiritual.

Dalam sesi diskusi, Kepala Akademi Internasional Pelatihan Imam dan Pendakwah Al-Azhar Al-Sharif Hasan El Sagher serta Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI Mukhlis Hanafi memaparkan secara mendalam konsep fikih lingkungan. Pembahasan meliputi perspektif Al-Qur’an dan Sunnah dalam membangun etika lingkungan, penguatan kebijakan publik berbasis nilai keagamaan, hingga peran strategis institusi keagamaan dalam edukasi ekologis.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar Abbas Shouman serta Ketua MUI Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK) Amany Lubis.*(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *