TAPTENG, Topberita.co.id — Program Ketahanan Pangan (Ketapang) Desa Unte Mungkur III, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, yang dibiayai Dana Desa Tahun Anggaran 2025, belum menunjukkan hasil nyata di lapangan meski anggaran telah dicairkan. Informasi ini terungkap pada Rabu (21/1/2026).
Kepala Desa Unte Mungkur III, Mangadi Purba, mengatakan program Ketapang tersebut direncanakan bergerak di sektor perikanan. Namun, ia menyebut realisasi teknis kegiatan berada di bawah kewenangan kelompok pelaksana program.
“Dana program Ketahanan Pangan sudah saya transfer ke rekening kelompok Ketapang. Soal realisasi kegiatan, saya tidak bisa menjelaskan secara rinci,” kata Mangadi Purba kepada wartawan.
Ia menegaskan perannya sebagai kepala desa hanya sebatas pengawasan, sementara pelaksanaan kegiatan menjadi tanggung jawab kelompok Ketahanan Pangan desa.
“Saya hanya sebagai pengawas. Untuk budidaya lele dan belut, sejauh ini baru dilakukan pembersihan lahan,” ujarnya.
Mangadi membenarkan bahwa anggaran program bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025. Ia menyebut dana yang telah disalurkan masing-masing sebesar Rp112.437.000 dan Rp9.000.000 ke rekening bagian Ketahanan Pangan.
Hingga berita ini diturunkan, ketua kelompok Program Ketahanan Pangan Desa Unte Mungkur III belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kegiatan maupun penggunaan anggaran tersebut.
Sementara itu, warga setempat yang enggan disebutkan namanya meminta Inspektorat Kabupaten Tapanuli Tengah untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan Dana Desa Unte Mungkur III, khususnya pada program Ketahanan Pangan.












