Uncategorized

Dampak Antrean BBM Meluas Didit Srigusjaya Minta Pertamina Ambil Langkah Cepat

62
×

Dampak Antrean BBM Meluas Didit Srigusjaya Minta Pertamina Ambil Langkah Cepat

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG, TOPBERITA.Co.id.– DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendesak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel segera mengatasi antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di berbagai SPBU di Pulau Bangka. Meski demikian, Pertamina memastikan pasokan BBM dalam kondisi aman dan mencukupi untuk tujuh hari ke depan.

Hal itu mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya dan perwakilan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel di ruang Ketua DPRD Babel, Selasa (14/7/2026).

Perwakilan Pertamina menjelaskan bahwa kelangkaan yang dikeluhkan masyarakat bukan disebabkan oleh berkurangnya stok BBM, melainkan tingginya pembelian berulang yang diduga dilakukan oleh oknum tertentu.

“Kalau dihitung, stok BBM kita sebenarnya aman sampai tujuh hari ke depan. Tidak ada masalah pada penyaluran. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan,” ujar perwakilan Pertamina.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Pertamina menemukan banyak kendaraan yang melakukan pengisian berulang di sejumlah SPBU dengan menggunakan QR Code ganda bahkan nomor polisi yang berbeda.

“Kami menemukan banyak QR Code yang sama digunakan berulang, bahkan ada kendaraan memakai nomor polisi palsu. Sudah hampir 500 kendaraan yang kami blokir,” katanya.

Pertamina juga mengaku telah berkoordinasi dengan Polda Kepulauan Bangka Belitung untuk membantu pengamanan dan penertiban antrean di SPBU guna mencegah praktik penyalahgunaan BBM subsidi.

Selain itu, Pertamina menyebut tidak ada pengurangan alokasi BBM ke SPBU. Namun, terdapat beberapa SPBU yang sementara tidak disuplai karena masih menjalani evaluasi terkait kepatuhan terhadap prosedur penyaluran.

Terkait penutupan sementara SPBU di Kecamatan Nibung, Kabupaten Bangka Barat, Pertamina memastikan penyaluran akan kembali dilakukan lebih cepat setelah SPBU tersebut menyelesaikan perbaikan dan memenuhi standar operasional.

“Kami juga mengajak masyarakat ikut melakukan pengawasan. Jika ada penyalahgunaan atau keluhan, silakan dilaporkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya mengaku menerima banyak keluhan masyarakat mengenai sulitnya mendapatkan BBM dalam beberapa hari terakhir.

Didit mengatakan dirinya telah meninjau langsung kondisi di sejumlah SPBU dan mendapati warga harus mengantre hingga dua jam hanya untuk memperoleh Pertalite.

“Saya berdialog langsung dengan masyarakat. Ada ibu-ibu dan bapak-bapak yang mengantre sampai dua jam hanya untuk mendapatkan BBM. Bahkan ada laporan harga BBM eceran sudah mencapai Rp20 ribu per liter,” kata Didit.

Menurutnya, kondisi tersebut telah berdampak pada berbagai sektor, mulai dari pelaku UMKM, pengemudi ojek online, hingga masyarakat yang kesulitan beraktivitas karena tidak memperoleh BBM.

“Ada warga yang mengaku tidak bisa bekerja, anak terlambat bahkan tidak bisa berangkat sekolah karena motor kehabisan BBM. Dampaknya sudah sangat luas,” ujarnya.

Didit meminta Pertamina segera melaporkan persoalan tersebut kepada pemerintah pusat dan mengambil langkah cepat agar antrean di SPBU segera terurai.

Ia mengaku belum dapat menyimpulkan penyebab utama terjadinya antrean panjang karena masih menunggu penjelasan lengkap dari jajaran manajemen Pertamina. Namun, DPRD memastikan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga distribusi BBM kembali normal.

“Kami minta masalah ini segera diselesaikan. Yang terpenting sekarang adalah menormalkan kembali distribusi BBM agar masyarakat tidak terus dirugikan,” Tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *