L
BeritaNasionalNewsPendidikan

Bali Tutup Tour Nasional Kaka Jose: Mahasiswa Papua Diminta Menjadi “Kalawai Peradaban”

311
×

Bali Tutup Tour Nasional Kaka Jose: Mahasiswa Papua Diminta Menjadi “Kalawai Peradaban”

Sebarkan artikel ini
Kaka Jose Ohei bersama seluruh peserta dan panitia berfoto bersama usai Seminar Pengembangan Manusia Papua di Bali. Bali menjadi kota terakhir dari rangkaian Tour Nasional 10 Kota yang membangkitkan kesadaran mahasiswa Papua untuk menjadi aktor utama pembangunan.

BALI, TOPBERITA.CO.ID – Seminar Pengembangan Manusia Papua di Bali menjadi penutup dari Tour Nasional Pembangunan Manusia Papua yang digelar Kaka Jose Ohei di 10 kota Indonesia. Setelah melintasi Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Salatiga, Yogyakarta, Solo, Surabaya, dan Malang, Bali menjadi panggung terakhir pada 15 November 2025. Di sini, 125 mahasiswa Papua kembali dibangkitkan kesadarannya untuk berdiri sebagai “Kalawai Peradaban”.

Kegiatan di Bali menandai berakhirnya seluruh rangkaian tour nasional yang mengusung tema besar “Mahasiswa Sebagai Aktor Utama Pembangunan Papua”.

Dalam sesinya, Kaka Jose mengangkat dua filosofi—Kalawai dan Kepompong—sebagai dasar membangun karakter mahasiswa Papua. Kalawai menjadi simbol ketajaman berpikir, kekuatan mental, dan kemampuan melihat jauh ke depan. Sementara Kepompong menggambarkan proses pembentukan diri menuju transformasi yang matang dan berdampak.

“Jangan ulangi kesalahan senior yang kembali tanpa meninggalkan jejak perubahan. Kalian harus menjadi generasi yang pulang membawa hasil, bukan hanya membawa gelar,” tegasnya.

Ia juga mendorong adanya Rumah Singgah Mahasiswa Papua di kota-kota studi sebagai ruang pembinaan karakter, adaptasi, dan solidaritas.

Respons Peserta: “Kami Dibakar dan Disadarkan”

Ketua Panitia, Asolina Tabuni, menyampaikan syukur atas terlaksananya kegiatan ini dan menegaskan bahwa seminar tersebut membuka kesadaran baru bagi mahasiswa Papua di Bali.

Kaka Jose Ohei berfoto bersama panitia Seminar Pengembangan Manusia Papua di Bali, sesaat setelah kegiatan berakhir. Momen ini menandai suksesnya penyelenggaraan seminar sekaligus penutupan Tour Nasional 10 Kota.

“Melalui seminar ini kami sadar bahwa mahasiswa Papua adalah aktor utama pembangunan. Kami yang bisa menggerakkan perubahan dan mengubah realitas Papua,” ujarnya.

Asolina menambahkan bahwa materi yang disampaikan membuat mahasiswa semakin percaya diri dengan identitas dan keunikan sebagai orang Papua.

“Kami tidak akan malu lagi dengan ras kami. Papua itu unik, dan itu kekuatan. Materi ini benar-benar membakar semangat kami untuk lebih sadar akan peran dan tanggung jawab kami,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat diadakan kembali dan berkomitmen agar mahasiswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi pelaku perubahan.

“Kami ingin pulang dan berada di posisi yang bisa membawa perubahan—di pemerintahan, DPR, MRP, atau ruang-ruang lainnya. Kami ingin menjadi penggerak, bukan sekadar ikut arus sistem yang ada,” jelasnya.

Secara pribadi, Asolina menyampaikan cita-cita mengabdi sebagai guru di kampungnya.

“Saya ingin mempertajam intelektual, banyak baca, banyak riset, supaya bisa kembali dan membangun anak-anak Papua di kampung. Materi ini benar-benar membakar kami,” tutupnya.

Suara Ketua IMAPA Bali: “Ini Momentum Kebangkitan Mahasiswa Papua”

Ketua IMAPA Bali, David Gere, menilai seminar ini sebagai dorongan kuat bagi mahasiswa untuk menyadari kapasitas diri.

“Materi Kaka Jose datang pada waktu yang tepat. Ini momentum bagi mahasiswa Papua di Bali untuk bangkit, percaya diri, dan berdiri sebagai generasi yang siap memimpin perubahan,” ujarnya.

Ia memastikan IMAPA Bali akan terus mendukung kegiatan pembinaan seperti ini agar mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang dalam karakter, solidaritas, dan pemikiran strategis.

(Redaksi/Topberita.co.id)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!