BeritaLifestyle

Bacaan Sholat 5 Waktu Lengkap: Arab, Latin dan Artinya

693
×

Bacaan Sholat 5 Waktu Lengkap: Arab, Latin dan Artinya

Sebarkan artikel ini

Sholat fardhu 5 waktu merupakan ibadah wajib bagi umat muslim. Perintah melaksanakan sholat telah disebutkan berkali-kali oleh Allah SWT di dalam Alquran.

Salah satunya disebutkan dalam firman Allah SWT di surah Al-Baqarah ayat 238 berikut ini:

حَٰفِظُوا۟ عَلَى ٱلصَّلَوَٰتِ وَٱلصَّلَوٰةِ ٱلْوُسْطَىٰ وَقُومُوا۟ لِلَّهِ قَٰنِتِينَ

Bacaan latin: Haafizuu ‘alas salawaati was Salaatil Wustaa wa quumuu lillaahi qoonitiin

Artinya: “Peliharalah semua salat(mu), dan (peliharalah) salat wusthaa (salat lima waktu). Berdirilah untuk Allah (dalam salatmu) dengan khusyu’,” (QS. Al-Baqarah [2]: 238).M

maka dari itu, untuk mendapatkan keutamaan sholat 5 waktu, perlu melaksanakannya dengan tepat mulai dari niat hingga salam. Berikut doa sholat 5 waktu lengkap yang dikutip dari Risalah Tuntunan Sholat Lengkap oleh Moh. Rifa’i.

1. Niat sholat 5 waktu

Niat sholat Subuh

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Bacaan latin: Ushalli fardlash shub-hi rak’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta’aala

Artinya: “Aku menyengaja shalat fardhu shubuh dua raka’at menghadap qiblat karena Allah,”

2. Niat sholat Dhuhur

اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Bacaan latin: Ushalli fardhash dhuhri arba’a rak’aatain mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta’aala

Artinya: “Saya menyengaja shalat fardlu dhuhur empat raka’at menghadap qiblat karena Allah,”

3. Niat sholat Ashar

أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Bacaan latin: Ushalli fardlal ‘ashri arba’a raka’aatain mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta’aala

Artinya: “Aku menyengaja shalat fardlu ‘Ashar empat raka’at menghadap qiblat karena Allah,”

4. Niat sholat Maghrib

أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَ

Bacaan latin: Ushalli fardlal maghribi tsalaatsa raka’aatain mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta’aala

Artinya: “Aku menyengaja shalar fardlu maghrib tiga raka’at menghadap qiblat karena Allah,”

6. Niat sholat Isya

أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Bacaan latin: Ushalli fardlal ‘isyaa-i arba’a raka’aatain mustaqbilal qiblati adaa-an lillahi ta’aala

Artinya: “Aku menyengaja shalat fardlu ‘Isya empat raka’at menghadap qiblat karena Allah.”

2. Takbiratul Ihram

Berdiri tegak menghadap kiblat dan niat mengerjakan shalat. Lalu mengangkat kedua belah tangan serta membaca bacaan berikut.

اللهُ أكْبَرُ

Bacaan latin: Allahu Akbar

Artinya: “Allah Maha Besar,”

3. Membaca Doa Iftitah

Setelah mengucapkan takbir pertama, selanjutnya membaca doa iftitah berikut.

اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا. اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْاَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ. لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Bacaan latin: Allahu akbar kabiiraa wal hamdu lillahi katsiiraa washub-haanallahi bukratan wa ashiilaa. Inni wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassa maawaati wal ardla haniifan musliman wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wama maati lillahi rabbil aalamiina. Laasyriika lahu wabidzaalika umirtu wa anaa minal muslimin.

Artinya: “Allah Maha Besar lagi sempurna Kebesaran-Nya, segala pugi bagi-Nya dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore. Kuhadapkan muka hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya shalatku ibadatku, hidupku dan matiku semata hanya untuk Allah seru sekalian alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagi-Nya. Dan aku dari gologan orang muslimin.

4. Membaca Surat Al Fatihah

Usai membaca iftitah dapat dilanjutkan dengan membaca surah Al Fatihah. Berikut bacaannya:

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم . مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ . اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Bacaan latin: Bismillahirrahmaanirrahiim. Alhamdu lillahi rabbil ‘aalamiin. Arrahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu waiyyaaka nasta’iin. Ihdinash shirraathal musthaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim. Ghairil maghduubi ‘alaihim waladl-dlaalliin.

Artinya : “Dengan nama Allah yang maha pengasih dan penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam. Yang maha pengasih dan penyayang. Yang menguasai hari kemudian. Pada-Mu lah aku mengabdi dan kepada-Mu lah aku meminta pertologan. Tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Bagaikan jalannya orang-orang yang telah Engkau beri ni’mat. Bukan jalan mereka yang pernah Engkau murkai, atau jalannya orang-orang yang sesat.”

5. Membaca Surat-surat yang Pendek

Selesai membaca fatihah dalam raka’at yang pertama dan keduabagi orang yang shalat sendirian atau imam, disunatkan membaca surat atau ayat Al-Qur’an.

6. Ruku’

Selesai membaca surat, lalu mengkat kedua belah tangan setinggi telinga seraya membaca “Allahu Akbar”, terus badannya membungkuk, kedua tangannya memegang lutut dan ditekankan antara punggung dan kepala supaya rata.

Setelah cukup sempurna, bacalah tasbih berikut:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Bacaan latin: Subhaana rabbiyal ‘adzhiimi wabihamdihi (3 kali)

Artinya: “Maha suci Tuhan Maha Agung serta memujilah aku kepada-Nya.”

7. I’tidal

Setelah ruku’, terus bangkit-lah tegak dengan mengangkat kedua belah tangan setentang telinga, seraya membaca bacaan berikut.

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Bacaan latin: Sami’allaahu liman hamidah

Artinya: “Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”

Pada waktu berdiri tegak (i’tidal) terus membaca:

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ

Bacaan latin: Rabbanaa lakal hamdu mil ussamawaati wamil ul ardli wamil u maa syi’ta min syai’in ba’du.

Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, bagi Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh barang yang Kau kehendaki sesudah itu.”

8. Sujud

Setelah i’tidal terus sujud (tersungkur ke bumi) dengan meletakkan dahi ke bumi, dan ketika turun seraya membaca “Allahu Akbar” dan saat sujud membaca tasbih berikut.

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Bacaan latin: Subhaana rabbiyal a’laa wabihamdihi (3 kali)

Artinya: “Maha Suci Tuhan, serta memujilah aku kepada-Nya.”

9. Duduk di antara dua sujud

Setelah sujud, kemudian duduk serta membaca “Allahu Akbar” dan saat duduk membaca bacaan berikut.

رب اغْفِرلي وَارْحَمْنِى واجبرني وَارْفَعْنِي وَارْزُقْنِى وَاهْدِنِى وَعَافِنِى وَاعْفُ عَنِّى

Bacaan latin: Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fuannii.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosaku, belas kasihanilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rizki kepadaku dan berilah aku petunjuk dan berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku.”

10. Sujud Kedua

Sujud kedua, ketiga dan keempat dikerjakan seperti pada waktu sujud yang pertama, baik caranya maupun bacaannya.

11. Duduk Tasyahud/Tahyat Awal

Pada raka’at kedua, kalau shalat kita tiga raka’at atau empat raka’at, maka pada raka’at kedua ini kita duduk untuk membaca tasyahud/tahyat awal, dengan duduk kaki kanan tegak dan telapak kaki kiri diduduki. Kemudia baca tasyahud awal berikut.

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَسَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ

Bacaan latin: Attahiyyaatul mubaarakaatush sholawaatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wabarakaatuh. Assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad.

Artinya: “Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad Adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahilah rahmat kapada Nabi Muhammad.”

12. Bacaan Tasyahud Akhir

Bacaan tasyahud akhir ialah seperti tahyat awal yang ditambah dengan shalawat atas warga Nabi Muhammad berikut.

وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ

Bacaan latin: Wa ‘alaa aali sayyidinaa muhammad

Artinya: “Ya Allah! Limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad.”

Duduk pada tahyat akhir ialah pantat langsung ke tanah dan kaki kiri dimasukkan ke bawah kaki kanan. Jari-jari kaki kanan tetap menekan ke tanah

Berikut bacaan lengkap tahiyat akhir:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ
وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍمُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَسَـيَّدِنَا مُحَمَّدٍ
كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ. وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كََمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمِ فِى الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

Bacaan latin: Attahiyyaatul mubaarakaatush sholawaatuth thayyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wabarakaatuh. Assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad. Kamaa shallaita ‘alaa sayyidina Ibraahima wa ‘alaa aali sayiidinaa Ibraahimm wabaarik ‘alaa sayyidina Muhammad wa’alaa aali sayyidina muhammad. Kamaa baarakta ‘alaa sayyidinaa Ibraahim fil’aala miina innaka hamiidun majiid.

Artinya: “Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi (Muhammad). Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang shaleh-shaleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad Adalah utusan Allah. Ya Allah! Limpahilah rahmat kapada Nabi Muhammad. Sebagimana pernah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana Engkau memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di seluruh alam semesta Engkaulah yang terpuji dan Maha mulia.”

13. Salam

Selesai tahyat akhir, kemudian salam dengan menengok ke kanan dan ke kiri dengan membaca berikut.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Bacaan latin: Assalaamu alaikum wa rahmatullah

Artinya: “Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian.”

Waktu membaca salam yang pertama, muka kita menengok ke kanan, dan waktu membaca salam yang kedua muka kita menengok ke kiri.

Dengan salam ini maka berakhirlah sholat kita. TB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!